IAIN Kendari

Mahasiswa IAIN Kendari Perkuat Implementasi Paradigma Transdisipliner Bidang Akademik

IAIN Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara kembali diperkuat implementasi paradigma keilmuan Transdisipliner setiap agenda atau program bidang akademik.

Penulis: Husni Husein | Editor: Muhammad Israjab
Istimewa
IAIN Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara kembali memperkuat implementasi paradigma keilmuan Transdisipliner pada setiap agenda atau program bidang akademik 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri atau IAIN Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara kembali diperkuat implementasi paradigma keilmuan Transdisipliner setiap agenda atau program bidang akademik.

Rektor IAIN Kendari Prof Faizah Binti Awad, mengatakan pendekatan kajian keilmuan transdisipliner telah dipahami sebagai sebuah sintesis yang melibatkan dua atau lebih bidang ilmu berbeda yang pada akhirnya akan membentuk disiplin ilmu baru.

Prof Faizah menerangkan kajian ini menjadi keunggulan dan distingsi IAIN Kendari di antara perguruan tinggi lain di Indonesia yang telah dituangkan ke dalam visi institusi.

Baca juga: 907 Calon Mahasiswa Baru IAIN Kendari Ikut SSE UMPTKIN, Pendidikan Agama Islam Jadi Prodi Terfavorit

“Perlu ditelaah kembali desain kurikulum yang sesuai dengan paradigma transdisipliner juga dikaitkan dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka," katanya.

"Kami akan menyiapkan semua yang dibutuhkan baik pada aspek anggaran maupun peningkatan kapasitas kapasitas SDM dan untuk mendukung implementasi transdisipliner ini," tambahnya.

Penguatan Transdisipliner diwujudkan dengan menggelar kegiatan workshop desain pengembangan akademik transdisipliner yang dilaksanakan di hotel Claro Kendari, 18-21 Juni 2022.

Wakil Rektor I IAIN Kendari, Dr. Husain Insawan, M.Ag menjelaskan workshop ini dilaksanakan sebagai bentuk refreshment dan pengembangan wawasan bagi para dosen khususnya pengampu mata kuliah dari berbagai rumpun ilmu yang dikembangkan di IAIN Kendari.

“Momentum ini kita manfaatkan untuk kembali menelaah agenda-agenda akademik yang selama ini kita jalankan apakah sudah sesuai dengan paradigma transdisipliner ataukah justru kita masih mencantumkan kurikulum model lama yang menggunakan perspektif keilmuan parsial," ujarnya.

Baca juga: IAIN Kendari Sultra Bakal Luncurkan Al Quran Terjemahan Bahasa Tolaki di Bulan November 2022

"Kita akan identifikasi dan kita benahi agar seluruh kurikulum yang kita gunakan sudah diintegrasikan dengan paradigma transdisipliner,” paparnya menjelaskan.

Salah satu agenda akademik yang menjadi fokus pada kegiatan ini adalah kurikulum pembelajaran termasuk didalamnya Rencana Pembelajaran Semester (RPS).

Para peserta diminta untuk mereview RPS yang dibimbing oleh narasumber Prof. Dr. Abdul Mujib, M.Ag, M.Si, pakar dan peneliti Kajian Keilmuan Transdisipliner dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Peserta menyusun RPS dengan menggunakan analogi teluk ilmu untuk mempermudah pemahaman dalam peleburan berbagai bidang ilmu menjadi sebuah  disiplin ilmu baru yang memiliki probabilitas lebih tinggi untuk diaplikasikan kepada masyarakat.

Baca juga: Ruangkelas dan Kemendikbud Buka Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka, Guru dan Kepala Sekolah

Kegiatan workshop ini diharapkan akan menghasilkan kurikulum berbasis transdisipliner yang siap diimplementasikan dalam proses pembelajaran tahun akademik 2022/2023.

Selain pada bidang kurikulum, paradigma keilmuan ini juga diimplementasikan pada seluruh kegiatan akademik.

Sebagai output dari kurikulum tersebut, alumni IAIN Kendari dapat memiliki pemahaman transdisipliner sehingga mudah diserap di dunia kerja karena memiliki kompetensi yang komprehensif, tidak hanya terpaku pada disiplin ilmu yang digeluti selama masa perkuliahan.

(TribunnewsSultra.com/Husni Husein)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved