Senin, 20 April 2026

BKKBN Sultra

Penghargaan PBB ke Indonesia Pacu BKKBN Percepat Penurunan Stunting

PBB memberikan Penghargaan United Nations Population Award atau UNPA kepada BKKBN. Selain itu BKKBN berkomitmen menurunkan angka stunting.

Tayang:
Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Muhammad Israjab
zoom-inlihat foto Penghargaan PBB ke Indonesia Pacu BKKBN Percepat Penurunan Stunting
Istimewa
PBB memberikan Penghargaan Kependudukan atau United Nations Population Award (UNPA) kepada Indonesia diwakili Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan (Lalitbang) BKKBN drh M Rizal Damanik dan didampingi Kepala Pusat Kerja Sama Lembaga Internasional (PULIN) BKKBN Ukik Kusuma Kurniawan. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - PBB memberikan Penghargaan Kependudukan atau United Nations Population Award atau UNPA kepada Indonesia.

Penghargaan itu diberikan karena telah memberikan kontribusi luar biasa dan kesadaran terhadap isu kependudukan serta solusi yang telah dilakukan.

Penghargaan diberikan langsung Sekretaris Komite UNPA Natalia Kanem kepada institusi Badan Kependudukan dan keluarga Berencana Nasional ( BKKBN ) di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat, Senin (13/06/2022) waktu setempat.

Delegasi Indonesia yang menerima langsung penghargaan UNP Award dipimpin Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan (Lalitbang) BKKBN drh M Rizal Damanik dan didampingi Kepala Pusat Kerja Sama Lembaga Internasional (PULIN) BKKBN Ukik Kusuma Kurniawan.

Baca juga: BKKBN Nilai Banyak Anak dalam Satu Keluarga, Penyumbang Tingginya Angka Prevalensi Stunting

Dalam acara penyerahan itu, Sekretaris Komiter UNPA Natalia Kanem mengatakan BKKBN telah memberi role model bagi negara-negara di dunia terkait praktik dan pelayanan Keluarga Berencana (KB).

BKKBN juga terlibat dalam Kerja Sama Selatan Selatan untuk memberikan pelatihan dan bimbingan kepada para pakar kependudukan.

"Keterlibatan Anda (BKKBN) dengan lembaga non-pemerintah dan organisasi berbasis agama dengan isu kependudukan, advokasi untuk mengatasi praktik-praktik berbahaya."

"Pengembangan program untuk membantu keluarga yang tinggal bersama dan merawat orang lanjut usia dan meningkatkan intervensi untuk memastikan kelanjutan penyediaan layanan Keluarga Berencana selama pandemi virus corona di Republik Indonesia,"ucap Natalia Kanem.

Menyikapi penghargaan tersebut Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo mengatakan pihaknya terpacu dan berkomitmen untuk lebih giat melaksanakan program-program keluarga berencana guna mencegah kematian ibu dan bayi akibat kelahiran yang tidak direncanakan.

Katanya BKKBN juga berkomitmen untuk mempercepat penurunan prevalensi stunting yang ditargetkan 14 persen pada 2024 melalui program Keluarga Berencana.

"Gerakan pemberdayaan dan edukasi yang sifatnya massif dilakukan untuk mempertahankan angka CPR 57 persen (Contraceptive Prevalence Rate/rata-rata pemakaian kontrasepsi) di masa pandemic Covid-19,"kata Hasto di Jakarta.

Menurut Hasto, BKKBN juga berkomitmen untuk menurunkan angka total fertility rate (TFR) dari 2,46 sebelum pandemic menjadi 2,24 setelah dua tahun masa pandemi.

Baca juga: BKKBN Sultra Gelar Layanan KB Serentak Sejuta Akseptor di Rumah Sakit, Puskesmas hingga Klinik

"Kami fokus kepada pembangunan keluarga, baik secara kualitas maupun kuantitas untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta mempercepat penurunan prevalensi stunting,"ujarnya.

Sementara itu pemimpin delegasi Indonesia yang juga Deputi Lalitbang BKKBN Rizal Damanik mengatakan penghargaan yang diraih merupakan bukti perkembangan serta pelaksanaan program KB dan Kependudukan di Indonesia.

Tentunya dilakukan oleh BKKBN serta semua mitra yang terlibat masih mendapatkan dukungan dari dunia Internasional.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved