Berita Kendari

Peserta Terlambat Membayar Iuran BPJS Kesehatan Bakal Kena Denda? Simak Penjelasannya Berikut Ini

Masyarakat diharuskan membayar iuran BPJS Kesehatan sebelum tenggat waktu yang ditentukan paling lambat tanggal 10 setiap bulan.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Muh Ridwan Kadir
BPJS Kesehatan Cabang Kendari 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Masyarakat diharuskan membayar iuran BPJS Kesehatan sebelum tenggat waktu yang ditentukan paling lambat tanggal 10 setiap bulan.

Saat melakukan pembayaran tepat waktu, maka peserta BPJS Kesehatan dapat merasakan layanan Badan Pengelola Jaminan Sosial Kesehatan atau BPJS Kesehatan.

Soal keterlambatan masyarakat saat membayar denda iuran BPJS Kesehatan apakah peserta akan didenda?

Kepala Bidang SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Kendari, Ridwansyah mengatakan apabila ada keterlambatan pembayaran iuran BPJS Kesehatan maka peserta tidak dikenakan denda.

"Asalkan dalam kurun waktu 45 hari sejak status kepesertaan diaktifkan kembali peserta tidak melakukan rawat inap," ucapnya, Selasa (14/6/2022).

Baca juga: Kartu Kepesertaan BPJS Kesehatan Jadi Syarat Wajib Urus Balik Nama Sertifikat Tanah, Berlaku 1 Maret

Lanjutnya, peserta akan dikenakan denda apabila dalam kurun waktu 45 hari tersebut masyarakat melakukan rawat inap maka akan dikenakan denda.

"Besaran denda yang ditetapkan atau dikenakan sesuai dengan perhitungan tertentu," jelas Ridwansyah.

Ketetapan tersebut yakni peserta harus membayar lima persen dari biaya diagnosa awal pelayanan rawat inap dikali jumlah tertunggak.

Denda iuran BPJS Kesehatan sendiri memiliki ketentuan antara lain jumlah bulan tertunggak paling banyak 12 bulan dan besaran denda paling tinggi senilai Rp30 juta.

"Ketentuan besaran denda yang dikenakan berdasarkan Peraturan Presiden atau Perpres Nomor 64 Tahun 2020," tuturnya.

Baca juga: Syarat Mendapatkan Jaminan Kehilangan Pekerjaan BPJS Ketenagakerjaan, Ketahui Ini Manfaatnya

"Kami imbau kepada masyarakat atau agar tidak menunggak pembayaran atau iuran per bulan agar nantinya tidak ada denda apabila nantinya akan rawat inap," ucapnya.

Katanya, khusus di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) denda keterlambatan iuran untuk rawat inap tidak pernah mencapai Rp30 juta.

Ridwansyah menuturkan denda keterlambatan di Kota Kendari, Provinsi Sultra hanya mencapai Rp1 juta - Rp2 juta saja.

Sesuai dasar tersebut, pihaknya terus mengingatkan masyarakat terkait keterlambatan pembayaran BPJS Kesehatan dengan cara terus mendorong sosialisasi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved