Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-105: Ukraina Kesulitan Halau Pasukan Putin di Sievierodonetsk
Pasukan Ukraina berjuang untuk mencegah serangan Rusia di Sievierodonestk ketika 800 warga sipil mengungsi di pabrik kimia di kota tersebut.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ifa Nabila
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/kharkiv-10-mei-2022.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Perang yang terjadi antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina hingga Rabu (8/6/2022) terhitung telah berlangsung selama 105 hari.
Invasi itu dimulai sejak Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukan militernya untuk meluncurkan serangan berskala penuh ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022).
Dalam serangan yang disebut Moskow sebagai 'operasi militer khusus' ini, Putin bertujuan untuk memberantas 'genosida' di Donbas, serta 'demiliterisasi' dan 'denazifikasi' Ukraina.
Konflik bersenjata di antara dua negara bertetangga itu hingga kini masih berlanjut dan belum ada tanda-tanda akan berakhir.
Baca juga: Puluhan Jasad Tentara Ukraina Dikembalikan Rusia, Milter Kyiv Langsung Lakukan Tes DNA
Dilansir TribunnewsSultra.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian yang perlu diketahui pada hari ke-105 perang Rusia dengan Ukraina:
- Pasukan Ukraina mengalami kesulitan untuk mencegah serangan Rusia di pusat Sievierodonestk.
Tetapi, kata pejabat regional, Moskow tidak belum sepenuhnya menguasai kota timur di Ukraina itu.
Pasukan Rusia telah merebut tempat tinggal di kota utama di timur dan berjuang untuk menguasai zona industri di pinggirannya dan kota-kota terdekat, kata Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-104: Zelenskyy Akui Pasukan Putin Unggul di Sievierodonetsk
Sementara itu, Gubernur Luhansk Serhiy Haidai mengakui bahwa pasukan Rusia mengendalikan pinggiran industri kota timur Ukraina.
Citra satelit dari Maxar Technologies juga menunjukkan kerusakan signifikan di Sievierodonetsk dan Rubizhne di dekatnya.
- Sebanyak 800 warga sipil mengungsi di sebuah pabrik kimia di Sievierodonetsk, menurut pengacara Dmytro Firtash, yang perusahaannya memiliki fasilitas tersebut.
"800 warga sipil ini termasuk sekitar 200 dari 3.000 karyawan pabrik dan sekitar 600 penduduk kota Sievierodonetsk," ujar pengacara Amerika Serikat Lanny Davis melalui web resmi perusahaan.
Baca juga: Mantan Panglima Tinggi NATO Sebut Babak Baru Perang Rusia-Ukraina Terjadi di Laut Hitam
- Lebih dari 1.000 tentara Ukraina yang menyerah di kota pelabuhan selatan Mariupol telah dipindahkan ke Rusia, menurut kantor berita milik negara Rusia, Tass.
Lebih banyak tahanan perang Ukraina akan dibawa ke Rusia “nanti”, kata sumber tersebut mengutip keterangan penegak hukum Rusia.
Beberapa warga yang berhasil melarikan diri mengatakan bahwa mereka tidak diberi pilihan selain melakukan perjalanan ke Rusia dalam apa yang dianggap Kyiv sebagai "deportasi", Agence France-Presse melaporkan.
- Kebuntuan dengan Rusia “bukanlah pilihan”, kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, mengulangi permohonan bantuan asing dalam perang.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-103: Rudal Pasukan Militer Putin Hujani Ibu Kota Kyiv
“Kemenangan harus dicapai di medan perang," ujar Zelenskyy dalam sebuah wawancara dengan Financial Times pada Selasa (7/6/2022).
Zelenskyy menambahkan bahwa dia “tidak dapat melihat prasyarat untuk mengakhiri perang”.
Selain itu, Zelenskyy juga mengatakan kemenangan berarti memulihkan "semua" wilayah Ukraina.
Termasuk Krimea yang dianeksasi Rusia pada 2014 lalu, dan wilayah yang dikuasai separatis.
Baca juga: Biara Bersejarah Svyatogorsk Lavra di Ukraina Hancur Diserang Rusia, 4 Orang Biarawan Tewas
- Pejuang proksi Rusia di Ukraina timur mengatakan mereka membuka persidangan terhadap dua warga Inggris, Aiden Aslin dan Shaun Pinner, yang ditangkap saat bertempur bersama tentara Ukraina di Mariupol.
Kedua pria yang bertugas di militer Ukraina, dan Ibrahim Saadun, seorang tawanan dari Maroko, ditampilkan duduk di ruang sidang yang disediakan untuk terdakwa dalam sebuah video yang dirilis di saluran media sosial pro-Rusia pada Selasa (7/6/2022).
- Wakil Menteri Pertama Kebijakan Agraria dan Pangan Ukraina, Taras Vysotskyi, mengatakan akan memakan waktu enam bulan untuk membersihkan pantai dari ranjau Rusia dan Ukraina.
Pernyataannya merupakan pukulan terhadap proposal yang sedang dibahas di mana kapal yang meninggalkan pelabuhan Ukraina akan diberikan pengawalan yang aman oleh kapal angkatan laut Turki.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-102: Ratusan Pejuang Ukraina Terancam Dieksekusi Rusia
- Uni Eropa perlu membangun gudang dan memperluas rel kereta api melintasi perbatasan Ukraina untuk membantu Kyiv dalam upayanya memindahkan lebih banyak biji-bijian ke luar negeri kepada mereka yang membutuhkannya.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Ekonomi Ukraina Taras Kachka.
Menurut Kachka, Ukraina tidak akan dapat mengekspor lebih dari 2 juta ton biji-bijian per bulan, sekitar sepertiga dari tingkat sebelum perang, selama rute perdagangan utamanya melalui pelabuhan Laut Hitamnya tetap diblokade oleh Rusia.
- Bank Dunia telah menyetujui 1,49 miliar dolar pembiayaan tambahan ke Ukraina untuk membantu membayar upah bagi pemerintah dan pekerja sosial.
Baca juga: 800 Orang Ukraina Pilih Sembunyi di Bawah Pabrik Kimia di Tengah Ancaman Rusia di Sievierodonetsk
Ini menambah total dukungan yang dijanjikan bank untuk Kyiv menjadi lebih dari 4 miliar dolar.
Putaran terakhir pendanaan didukung oleh jaminan pembiayaan dari Inggris, Belanda, Lithuania dan Latvia.
- Rusia meningkatkan ekspor minyak dari pelabuhan timur utama Kozmino karena bertujuan untuk mengimbangi dampak sanksi UE dengan melonjaknya permintaan dari pembeli Asia.
Sumber mengatakan kepada Reuters bahwa Rusia telah meningkatkan jumlah minyak mentah yang dipompa ke Kozmino pada rute minyak utama Asia, pipa East Siberia Pacific Ocean (ESPO), sebesar 70.000 barel per hari.
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-100: Zelenskyy Sebut 20 Persen Wilayahnya Dikuasai Pasukan Putin
- Departemen perbendaharaan Amerika Serikat telah melarang manajer keuangan AS membeli utang atau saham Rusia di pasar sekunder.
Kebijakan itu di atas larangan yang ada pada pembelian edisi baru, dalam sanksi terbarunya terhadap Moskow atas invasinya ke Ukraina.
- Mantan Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan dia mencoba untuk mencegah situasi di Ukraina dan tidak menyesal saat menjabat.
“Sangat menyedihkan bahwa itu tidak berhasil, tetapi saya tidak menyalahkan diri saya sendiri karena tidak mencoba,” ungkap Merkel dalam wawancara televisi pada Selasa (7/6/2022) terkait perjanjian Minsk 2014 dengan Rusia.
Baca juga: Rangkuman Hari Ke-99 Perang: 200.000 Anak Ukraina Dibawa ke Rusia, 20 Persen Wilayah Sudah Dikuasai
- Kepala Rabi Moskow Pinchas Goldschmidt dan Rebbetzin Dara Goldschmidt dilaporkan telah melarikan diri dari Rusia, setelah mendapat tekanan untuk mendukung invasi Putin ke Ukraina.
Jurnalis Avital Chizhik-Goldschmidt men-tweet pada Selasa (7/6/2022) malam:
“Akhirnya dapat berbagi bahwa mertua saya, kepala rabi Moskow Pinchas Goldschmidt dan Rebbetzin Dara Goldschmidt, telah ditekan oleh pihak berwenang untuk secara terbuka mendukung 'operasi khusus' di Ukraina, tapi menolak.”
(TribunnewsSultra.com/Nina Yuniar)