Berita Kendari

Soal Warga Kambu Terima PKH Sekali, Dinsos Kendari Sebut Perluasan Data, Tunggu Hasil Kementerian

Seorang warga mengeluhkan penyaluran bantuan sosial dari pemerintah ke penerima manfaat sering kali mengalami kendala di lapangan.

TribunnewsSultra.com/ Amelda Devi Indriyani
Kepala Dinas Sosial Kota Kendari Abdul Rauf 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Seorang warga mengeluhkan penyaluran bantuan sosial dari pemerintah ke penerima manfaat sering kali mengalami kendala di lapangan.

Seperti yang dialami warga Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) Samiun, yang hanya menerima sekali bantuan PKH ini sejak setahun terdaftar sebagai penerima.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Sosial Kota Kendari, Abdul Rauf tak menampik kejadian seperti itu sering dialami beberapa warga penerima manfaat.

Menurutnya, biasanya warga yang tiba-tiba tidak menerima lagi bantuan itu disebabkan Nomor Induk Keluarga (NIK) dalam Kartu Keluarga (KK) bermasalah, sehingga data diri si penerima dihapus.

Misalnya, masalah NIK ganda, atau terhapus lantaran perubahan nama, pengurangan atau penambahan data baru di Dukcapil.

Baca juga: Warga Kambu Kendari Keluhkan Hanya Satu Kali Terima Bantuan PKH dalam Setahun, Ini Kata Lurah

Namun, untuk kasus yang dialami Samiun, kata dia, dirinya belum mengetahui pasti penyebab Samiun tak lagi menerima bantuan PKH.

Lantaran belum adanya laporan atau aduan pihak bersangkutan yang masuk ke Kantor Dinas Sosial Kota Kendari.

"Itu hanya asumsi kita, karena kita belum lihat dan yang bersangkutan belum datang ke kantor," kata Abdul Rauf di ruang kerjanya, Senin (23/5/2022).

"Jika sudah datang pasti kita akan membuka data di laboratorium, mengapa nama dia tidak menerima lagi," ujarnya menambahkan.

Abdul Rauf menjelaskan jika Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengalami kendala seperti ini, maka KPM wajib mendapatkan bimbingan dari pendamping.

Baca juga: Warga Abeli Kendari Mengaku Dikeluarkan Sebagai Penerima PKH, Pendamping Sebut Dihapus Sepihak

"Apa yang dilakukan si KPM ini sudah benar, melapor ke lurah dan pendamping, karena memang sudah menjadi tugas dan tanggung jawab dari pendamping untuk benar-benar mendampingi KPM," ujarnya.

Lanjutnya, sudah menjadi tugas pendamping untuk memberi edukasi mulai dari penyaluran, pemanfaatan bantuan, hingga mendampingi ketika terjadi permasalahan.

Untuk selanjutnya berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Kendari, terkait langkah apa yang akan dilakukan ke depan.

"Jadi persoalan teknis di lapangan harusnya teman-teman pendamping memberi penjelasan kepada warga yang bermasalah untuk mengetahui apa penyebabnya," ujarnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved