Berita Kendari

Bapas Kelas II Kendari Tetap Buka Pelayanan Wajib Lapor selama Libur Hari Raya Idul Fitri

Kantor Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Kendari tetap melayani wajib lapor selama libur Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.

TribunnewsSultra.com/ Amelda Devi Indriyani
Kepala Bapas Kelas II Kendari, Hasrudin 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kantor Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Kendari tetap melayani wajib lapor selama libur Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.

Kepala Bapas Kelas II Kendari, Hasrudin mengatakan pelayanan tersebut menggunakan sistem piket mulai pukul 08.00 Wita sampai 16.00 Wita.

Pasalnya, mulai tanggal 29 April 2022 sudah memasuki waktu cuti bersama dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1443 H.

"Kami masih melaksanakan pelayanan wajib lapor secara maksimal, kita sudah briefing tadi antisipasi cuti hari raya, piket ini mulai berlaku besok, Jumat (29/4/2022)," katanya saat ditemui di Kantor Bapas Kelas II Kendari, Kamis (28/4/2022).

Selain pelayanan wajib lapor, Bapas Kelas II Kendari juga membackup Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan).

Baca juga: Kepala Kanwil Kemenkumham Sultra Buka Puasa Bareng Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas Kendari

Dalam hal ini, jika ada warga binaan yang akan cuti bersyarat (CB) dan pembebasan bersyarat (PB), meskipun para petugas di Bapas Kelas II Kendari juga sedang cuti.

"Pada prinsipnya kita membackup Lapas dan Rutan manakala ada yang bebas, baik itu CB ataupun PB baik itu intergrasi maupun asimilasi, jadi masih melayani secara maksimal," jelasnya.

Hasrudin menyampaikan tentunya menjadi tugas dan fungsi Bapas Kelas II Kendari untuk melakukan pembinaan terhadap mantan warga binaan.

Namun, menurutnya, hal tersebut tidak bisa maksimal jika tidak didukung juga oleh lingkungan sekitarnya.

Lantaran, bukan hanya tugas Bapas Kelas II Kendari saja, melainkan butuh peran masyarakat di sekitar tempat dia bermukim.

Baca juga: Lapas Kelas II A Kolaborasi Polresta Kendari Antisipasi Dugaan Pengendalian Jaringan Narkoba

"Tantangan sesungguhnya mantan warga binaan ialah saat dia kembali ke masyarakat apakah dia akan diterima atau tidak di sekitarnya," bebernya.

Lanjutnya, dalam proses pembinaan itu, Bapas Kelas II Kendari juga selalu mengontrol para klien melalui handphone sejak pandemi Covid-19.

Ia berharap para klien menjadi jera dan tidak mengulangi apa yang mereka perbuat. Selain itu, pihaknya juga meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi buruk, menjauhi mantan warga binaan. (*)

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved