UHO Kendari

Akademisi Kehutanan dan Ilmu Lingkungan UHO Sebut Ekosistem Mangrove di Kendari Sudah Tidak Seimbang

Kini ekosistem mangrove di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sudah tidak seimbang lagi.

Penulis: Husni Husein | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Husni Husein
Akademisi Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo (UHO), Prof Dr Ir Aminuddin Mane Kandari 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kini ekosistem mangrove di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sudah tidak seimbang lagi.

Hal tersebut disampaikan Akademisi Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo (UHO), Prof Dr Ir Aminuddin Mane Kandari.

Ia mengatakan saat ini ekosistem mangrove di Kota Kendari, Provinsi Sultra tiap tahunnya mengalami pengikisan.

"Tidak seimbang lagi antara yang terbuka dan yang ada sekarang terlihat. Misalnya saja pada tahun 1986 sepanjang pesisir Kelurahan Benu-Benua itu merupakan lumpur mangrove," katanya, Selasa (5/4/2022).

Ia menjelaskan hal tersebut karena ekosistem mangrove di Kota Kendari, Provinsi Sultra sudah banyak yang dikonversi untuk fasilitas umum.

Baca juga: Hari Bumi Sedunia 2022, Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Tanam 1.000 Bibit Mangrove

"Sudah banyak yang dikonversi untuk fasilitas umum, tetapi kita juga tidak menyalahkan itu karena semua kebijakan yang ada untuk kenyamanan masyarakat," tuturnya.

Kata dia, hal terpenting pemerintah dapat mengombinasikan bagian disisipkan lokasi mangrove yang berada di tengah tempat hiburan umum dimaksud.

"Sehingga ada alokasi yang tidak dapat diganggu dan ada alokasi untuk dikonversi tersebut. Namun pada intinya semua untuk kenyamanan masyarakat," ujarnya.

Prof Dr Ir Aminuddin Mane Kandari menerangkan kini ada sejumlah titik kawasan ekosistem mangrove yang terpantausudah banyak mengalami kerusakan.

Di antaranya seperti sepanjang pesisir Kendari Beach (Kebi), pesisir Kelurahan Lahundape dan pesisir Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sultra.

Baca juga: Wisata Mangrove di Sulawesi Tenggara, Hutan Mangrove Bungkutoko hingga Hutan Mangrove Desa Totobo

"Seharusnya sepanjang pesisir Kendari Beach itu tidak bisa diganggu juga ikut mulai terlihat kerusakan di daerah Rumah Makan Bakau," jelasnya.

Untuk itu, ia menyarankan kepada Pemerintah Kota Kendari, bila mengonversi mangrove agar dicanangkan dengan lebih matang.

"Karena salah satu pertahanan masyarakat apabila terjadi tsunami maka di sini mangrove sangat berperan untuk melindungi kita," tutupnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Husni Husein)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved