Berita Kendari

Perawat Honorer di RSUD Kota Kendari Bertemu AJP, Keluhkan Honor Dibawah Upah Minimum

Karena, sejak 2018 honor atau gaji perawat non PNS masih dibawah upah minimun kota (UMK) Kendari. Perbulan mereka hanya menerima honor Rp750 ribu.

Penulis: Laode Ari | Editor: Muhammad Israjab
Istimewa
Para perawat honorer di RSUD Kota Kendari saat bertemu Aksan Jaya Putra di kediamannya. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,KENDARI - Belasan perawat honorer bertemu anggota DPRD Sultra, Aksan Jaya Putra, pada Kamis (31/3/2022).

Mereka bertemu ketua fraksi Golkar DPRD Sultra itu untuk menyampaikan keluh kesah mereka terkait honor saat bekerja RSUD Kota Kendari.

Ketua Gerakan Nasional Perawat Honor Indonesia (GNPHI) Sultra, Arzan Muliono mengatakan dihadapan AJP, ia mewakili kurang lebih sekitar 200 perawat yang saat ini masih belum mendapat kesejahteraan.

Ia menyampaikan keluhan mereka perihal kesejahteraan perawat honorer yang telah bekerja di RSUD Kota Kendari selama bertahun-tahun.

Baca juga: AJP Apresiasi Golkar Kendari Solid Jelang Pemilu 2024, Siap Konsolidasi Besar-besaran Bersama Warga

Karena, sejak 2018 honor atau gaji perawat non PNS masih dibawah upah minimun kota (UMK) Kendari. Perbulan mereka hanya menerima honor Rp750 ribu.

"Honor perawat non PNS hanya Rp750 ribu, ada insentif piket yang perharinya kurang lebih Rp30 ribu. Tapi kan dilakukan secara bergiliran sesuai tugas dinas," ujar dia.

Arzan mengaku dengan jumlah upah itu, ia bersama honorer lain masih jauh dari kata sejahtera untuk para perawat honorer RSUD Kota Kendari.

Pasalnya, jika dibandingkan dengan beban kerja jauh, honorer lebih berat ketimbang tenaga kesahatan (Nakes) yang berstatus PNS.

"Hampir semua pekerjaan itu, perawat honorer yang handel," katanya.

Ia berharap, pemerintah kota (Pemkot) Kendari agar lebih bijaksana untuk menaikan honor perawat setara dengan UMK.

Bilamana kemampuan keuangan daerah tak mampu, setidaknya Pemkot Kendari menaikan honor mendekati UMK atau lebih layak dari sebelumnya.

Sementara itu, AJP menyatakan harusnya upah Nakes non PNS saat Pandemi Covid-19 naik, karena mereka berhadapan dengan beben kerja yang semakin berat.

Baca juga: Wali Kota Kendari Resmikan Gedung Baru Puskesmas Puuwatu Telan Anggaran Lebih Rp4 Miliar

Tetapi faktanya sampai hari ini, honor mereka masih Rp750 ribu perbulannya tidak ada kenaikan sama sekali. Padahal, merujuk dari beberapa daerah lainnya.

"Setelah mendegar keluhan mereka, ternyata ada di beberapa daerah, seperti Konkep honor perawatnya itu sampai Rp2 juta. Nah ini Kota Kendari yang biaya taraf hidup disini besar, tentu ini harus menjadi perhatian serius pemerintah," beber dia.

Makanya Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sultra ini, meminta kepada Pemkot Kendari dalam hal ini Dinas Kesehatan dan RSUD, agar memikirkan kesejahteraan para perawat honorer, yang notabene selalu berada digarda terdepan dalam menangani pasien.

Bagi dia, Pemkot Kendari tak ada alasan untuk tidak menaikan honor perawat. Bila melihat dari sisi pendapatan asli daerah (PAD) RSUD Kota Kendari sudah sangat besar.

Sepatutnya bisa dialokasikan penambahan atau peningkatan honor perawat yang selama ini terus menjadi bahan perbincangan dikalangan para honorer.

"Saya cuman menerima aspirasi perawat yang datang mengeluh. Saya harap Pemkot bisa mempertimbangkan," tutur AJP. (*)

(TribunnewsSultra.com/La Ode Ari)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved