OTT Oknum Polisi Sultra

KRONOLOGI Propam OTT Penyidik Ditreskrimum Polda Sultra, Diduga Peras Emak-emak Rp25 Juta

Berikut kronologi Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Brigadir SM, seorang penyidik di Kepolisian Daerah (Poda) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Risno Mawandili
Handover
FOTO ILUSTRASI - Propam Polda Sultra tangkap seorang penyidik kepolisian, Brigadir SM, atas dugaan pemerasan. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,KENDARI - Berikut kronologi Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Brigadir SM, seorang penyidik di Kepolisian Daerah (Poda) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Ia di OTT oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sultra karena kasus dugaan pemerasan.

Pelaku diduga memeras seorang korban yang merupakan emak-emak senilai Rp25.

Brigadir SM merupakan penyidik di Subdirektorat II Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sultra.

Brigadir SM terkena OTT yang dilakukan oleh Propam Polda Sultra pada 2 pekan lalu.

Baca juga: 14 Hari Gelar Operasi Keselamatan Anoa 2022, Ini Jenis Pelanggaran yang Disasar Polda Sultra

Sampai saat ini, Brigadir SM masih menjalani pemeriksaan di gedung Bidang Propam Polda Sultra, di bilangan Jl Haluoleo, Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, Kota Kendari.

Kepala Bidang (Kabid) Propam Polda Sultra, Kombes Pol Prianto Teguh mengungkap kronologi OTT terhadap Brigadir SM.

OTT bermula saat Program Polda Sultra mendapatkan informasi terkait adanya laporan dugaan pemerasan.

Saat penyerahan uang dilakukan, Brigadir SM langsung diintai dan ditangkap oleh Bidang Propam Poda Sultra.

"Ada pelaporan kita tindak lanjuti, saya (Propam) kita tangkap tangan saat ada transaksi," kata Kombes Pol Prianto Teguh saat dihubungi melalui telepon, Jumat (11/3/2022).

Ilustrasi polisi
Ilustrasi polisi (KOMPAS.com/NURWAHIDAH)

Aparat Propam Polda Sultra ikut mengamankan barang bukti transaksi uang tunai senilai Rp25 juta.

Meski begitu, Prianto enggan membeberkan ihwal dugaan kasus yang tengah ditangani Brigadir SM dengan emak-emak, sehingga terjadi permintaan uang.

Prianto Teguh mengatakan, barang bukti tersebut telah dikembalikan kepada korban dan tidak dijadikan alat bukti.

"Kami tidak perlu bukti itu, (kecuali) itu untuk laporan pidana, kami tidak fokus ke sana, hanya etika profesi," ungkapnya.

Brigadir SM saat ini masih berstatus terperiksa Propam Polda Sultra, namun tidak ditahan. (*)

(TribunnewsSultra.com/Fadli Aksar)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved