Berita Konawe Utara
HUT 15 Konawe Utara, Sejarah Terbentuknya Kabupaten Konut, Daftar Bupati, Kini Dipimpin Ruksamin
Hari Ulang Tahun atau HUT ke 15 Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), sejarah Kabupaten Konut terbentuk hingga daftar bupati setelah pemekaran.
Penulis: Risno Mawandili | Editor: Aqsa
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONUT - Hari Ulang Tahun atau HUT ke 15 Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), sejarah Kabupaten Konut terbentuk hingga daftar bupati setelah pemekaran.
Kini daerah yang dimekarkan dari Kabupaten Konawe, Provinsi Sultra tersebut dipimpin Bupati Konut Ruksamin.
Kabupaten Konawe Utara (Konut), Provinsi Sulawesi Tenggara, genap berusia 15 tahun.
HUT Kabupaten Konut diperingati setiap tanggal 2 Januari.
Pada HUT ke 15 tahun ini, puncak peringatan ulangtahun tersebut digelar pada Senin (3/01/2022).
Baca juga: Hari Ulang Tahun ke 15 Konawe Utara Dimeriahkan Pawai Budaya dan Pertunjukan Seni Nusantara
Berbagai rangkaian kegiatan digelar untuk memperingati HUT ke 15 Konawe Utara tersebut.
Selain upacara peringatan HUT ke 15, Pemerintah Kabupaten Konut juga menghelat pawai budaya Nusantara hingga festival seni.
Simak selengkapnya sejarah Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terbentuk, daftar bupati setelah pemekaran, dan kini dipimpin Bupati Ruksamin:
Kabupaten Konut sebelumnya merupakan bagian utara wilayah Kabupaten Konawe (kabupaten induk), Provinsi Sultra.
Dikutip TribunnewsSultra.com dari situs resmi Pemkab Konut, pemekaran Kabupaten Konawe Utara dimulai dari ide yang digagas oleh kelompok arisan keluarga.

Kelompok arisan tergabung dalam keluarga Asera, Lasolo, Wawonii dan Waworete atau disingkat Asowowo, yang dibentuk pada tanggal 11 September 1994.
Kelompok arisan yang diketuai oleh H Hamid Basir tersebut beranggotakan 70 orang.
Dasar pertimbangan munculnya ide pemekaran Konawe Utara antara lain disebabkan oleh kondisi wilayah Kabupaten Konut yang jaraknya cukup jauh dari kabupaten induk (Konawe).
Selain itu, kondisi sarana dan prasarana yang kurang memadai dan rentang kendali penyelenggaraan pemerintahan yang cukup menyulitkan pelayanan kepada masyarakat.
Berdasarkan permasalahan itu, elemen masyarakat dari tokoh masyarakat sampai tokoh pemuda berinisiatif untuk membentuk Kabupaten Konawe Utara menjadi satu daerah otonom.
Baca juga: Perusahaan Tambang Nikel Paling Mendominasi di Sulawesi Tenggara, Terbanyak di Konawe Utara