Material Abu Vulkanik Masih Panas, Evakuasi Korban Hilang Erupsi Gunung Semeru Terkendala
Dampak erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12/2021) masih berlangsung hingga Senin (6/12/2021).
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Rumah-warga-Lumajang-tertimbun-material-abu-vulkanik-dari-erupsi-Gunung-Semeru.jpg)
"Karena data yang masuk, itu baru dari satu perdukuhan. Sedangkan di tempat kami terdapat dua perdukuhan yang terdampak langsung," sambungnya.
Baca juga: Bertambah Jadi 14 Orang, Berikut Daftar Korban Jiwa Bencana Erupsi Gunung Semeru
Bagi warga hilang yang sudah tercatat pun tak bisa langsung dicari lantaran kondisi material yang masih membahayakan.
"Kendala sampai saat ini baik dari BPBD maupun pihak-pihak terkait, untuk kendalanya masih panasnya material yang ada di daerah bencana," tutur Abdul Azis.
"Jadi sangat-sangat membahayakan bagi relawan maupun petugas," sambungnya.
Penyebab Erupsi Gunung Semeru
Penyebab erupsi Gunung Semeru ternyata berbeda dengan erupsi gunung-gunung lain di Indonesia.
Erupsi Gunung Semeru tidak ada suara gemuruh sebagai pertanda akan meletus.
Dikutip TribunnewsSulta.com dari YouTube tvOneNews, Pakar Vulkanologi, Surono, menjelaskan penyebabnya.
Baca juga: Anak Perjalanan Pulang Kampung saat Gunung Semeru Erupsi, Kini Menangis di Hadapan Jenazah Ibu
"Kalau misal letusannya material yang disemburkan dari dalam perut Gunung Semeru sebelum letusan, pasti ada gemuruh," ungkap Surono.
Ternyata, material yang turun dari Gunung Semeru adalah material yang diproduksi harian sehingga menumpuk menjadi kubah lava.
"Ini kan cuma gundukan lava yang sudah sebagian membeku menjadi batu," lanjutnya.
Sedangkan kubah lava tersebut masih mengandung gas yang bisa menimbulkan suhu panas.
Baca juga: Bertambah Jadi 14 Orang, Berikut Daftar Korban Jiwa Bencana Erupsi Gunung Semeru
"Sebagian masih cair dan banyak gas tentunya di dalam gundukan itu longsor," tuturnya.
Surono menyimpulkan, erupsi Gunung Semeru tak ada kaitannya dengan aktivitas perut bumi seperti letusan gunung pada umumnya.