Material Abu Vulkanik Masih Panas, Evakuasi Korban Hilang Erupsi Gunung Semeru Terkendala
Dampak erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12/2021) masih berlangsung hingga Senin (6/12/2021).
Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Rumah-warga-Lumajang-tertimbun-material-abu-vulkanik-dari-erupsi-Gunung-Semeru.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Dampak erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12/2021) masih berlangsung hingga Senin (6/12/2021).
Di antaranya material abu vulkanik yang masih mengeluarkan hawa panas.
Sehingga proses evakuasi para korban di wilayah Lumajang, Jawa Timur, pun belum bisa maksimal.
Dikutip TribunnewsSultra.com dari YouTube tvOneNews, hal ini diungkapkan oleh Kepala Desa Sumberwuluh, Abdul Azis.
Baca juga: Penyebab Erupsi Gunung Semeru Menurut Pakar Vulkanologi: Ternyata Bukan dari Perut Bumi
Abdul Azis menyebut, ada sekitar 60 orang yang mengungsi di balai desanya.
Menurutnya, kebutuhan para pengungsi sejauh ini masih tercukupi.
"Alhamdulillah seluruh logistik, seluruh kebutuhan dasar pengungsi sudah bisa dicukupi, baik itu dari relawan, BPBD, maupun dari kelompok-kelompok yang lain," paparnya.
Abdul Azis menjelaskan, para pengungsi menyempatkan diri untuk mengambil harta benda di rumah mereka.
Baca juga: Detik-detik Warga Terhempas Lava Erupsi Gunung Semeru: Saya sampai Merangkak karena Napas Sesak
Namun hal itu tak bisa dilakukan leluasa lantaran cuaca belum bersahabat.
"Secara umum, pengungsi pada siang hari akan kembali ke kediaman masing-masing untuk menyelamatkan harta benda yang masih bisa diselamatkan."
"Kemudian apabila dirasa cuaca sudah tidak memungkinkan, biasanya kisaran jam 14.00 jam 15.00 mereka akan kembali menempati balai desa ini untuk melakuakn evakuasi," paparnya.
Akses bantuan pun terkendala terputusnya Jembatan Gladag Perak yang menghubungkan Lumajang dengan Kabupaten Malang.
Baca juga: Anak Perjalanan Pulang Kampung saat Gunung Semeru Erupsi, Kini Menangis di Hadapan Jenazah Ibu
"Dinas Perhubungan Provinsi maupun dari Balai Besar Jalan Nasional sudah melakukan investigasi dan pendataan (jembatan putus)," ungkap Abdul Azis.
Data korban yang belum ditemukan pun masih belum bisa tercatat keseluruhan.
"Data orang hilang yang dilaporkan masyarakat, oleh keluarganya, itu sejumlah 32 orang sampai malam hari ini dan kemungkinan masih akan terus bertambah.