Breaking News:

Opini

OPINI: Politik Identitas Sulawesi Tenggara Dalam Struktur Masyarakat Indonesia

Hal yang populer dengan sebutan politik identitas ini bukan yang pertama, terjadi pada setiap kontestasi politik di Sulawesi Tenggara.

Editor: Risno Mawandili
Istimewa
Kamaluddin seorang pemerhati sosial asal Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. 

Penulis : Kamaluddin
Pemerhati sosial asal Kabupaten Konawe

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Isu primordialisme jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun 2021.

Hal yang populer dengan sebutan politik identitas ini bukan yang pertama, terjadi pada setiap kontestasi politik di Sulawesi Tenggara.

Jelas ini menggangu sendi-sendi dan batang tubuh pemikiran masyarakat.

Konstruksi sosial  terbentuk, wajah pluralisme Bangsa Indonesia terkemas dalam semboyan "Bhinneka Tunggal Ika".

Namun semboyan dengan makna "Berbeda-beda Tetap Satu" seakan tak ada karena menguatnya sentimen primordialisme yang telah merambah segala sektor kehidupan masyarakat, tanpa terkecuali.

Isu primordialisme makin menguat apabila diperadabkan pada konteks kekuasaan. Contoh ketika kontestasi politik.

Politik identitas tidak mengapa. Sejatinya merupakamn perjuangan rakyat dalam mengaktualisasikan karakteristik khas yang merupakan bagian dan saling memperkaya dialektika.

Baca juga: OPINI: Toleransi dan Moderasi Beragama Harus Dibudayakan di Sekolah Dasar

Namun sayangnya, politik identitas berubah menjadi ajang untuk saling mengunggulkan dominasi kelompoknya atas kelompok lain.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved