Breaking News:

Berita Buton

Menyaksikan Keganasan Buaya Lasalimu Buton, Anak-anak Jadi Korban, Sudahi Eksploitasi Sungai

Tak jauh dari hunian kami, terdengar riuh masyarakat. Sontak heboh seketika mengetahui seorang anak menjadi korban keganasan buaya.

Editor: Risno Mawandili
Istimewa
Beberapa warga di Desa Malaoge, Kecamatan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, berada di rumah duka seorang siswa SMP Muhammad Fauzi (14) yang meninggal duni setelah diterkam buaya, Rabu (20/10/2021). 

Oleh Citizen Journalism: Yadi La Ode baubau
Penulis merupakan aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kota Baubau

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Tak jauh dari hunian kami, terdengar riuh masyarakat. Sontak heboh seketika mengetahui seorang anak menjadi korban keganasan buaya.

Senin (18/10/2021) sore, kami berjalan pulang seusai melakukan riset di salah satu desa di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kami berangkat pada pagi hari menuju Desa Kumbewaha, Kecamatan Siontapina, Kabupaten Buton. Setelah menghabiskan waktu seharian, sorenya kami pulang menyusuri jalan beraspal sejauh 100 Kilometer. 

Sesampainya kami di rumah penginapan, tiba-tiba tersiar kabar menghebohkan. Seorang siswa sekolah menengah Pertama (SMP) diterkam buaya.

Siswa SMP itu bernama Muhammad Fauzi (14). Ia diterkam buaya di Sungai Malaoge, Kecamatan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton, Sultra.

Sontak saja kemi ikut mencari tahu cerita lengkap peristiwa naas tersebut.

Seorang warga desa bercerita, peristiwa bermula saat Muhammad Fauzi pergi membatu orang tuanya menambang pasir di sungai.

Baca juga: Remaja di Buton yang Hilang Diterkam Buaya Ditemukan Meninggal Dunia, Anggota Tubuh Tak Utuh

Sampai di sungai, ia langsung berenang ikut menambang pasir bersama anak-anak lain yang juga membantu orangtua.

Seusai membantu orangtua, Fauzi dan kawan-kawannya belum langsung pulang.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved