Breaking News:

Wansus Wali Kota Baubau AS Tamrin

Alasan Wali Kota Baubau AS Tamrin Kritik Pilkada Langsung, Tanamkan Nilai Materialistik & Pragmatik

Wali Kota Baubau, Sulawesi Tengga, Abdul Sajid Tamrin alias AS Tamrin, kembali menyuarakan penolakan terhadap Pemilihan langsung.

Editor: Risno Mawandili
Handover
Wali Kota Baubau, AS Tamrin 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Wali Kota Baubau, Sulawesi Tengga (Sultra), Abdul Sajid Tamrin alias AS Tamrin, kembali menyuarakan penolakan terhadap pemilihan langsung.

Hal itu disampaikan ketika menjamu TribunnewsSultra.com di Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Baubau, Jl Balai Kota, Kelurahan Wale, Kecamatan Wolio, Kota Baubau, Sultra, Selasa (14/9/2021) pagi.

Menurutnya, UUD 1945 telah mengatur sistem demokrasi Indonesia digagas dengan pemilihan Perwakilan dan Permusyawaratan Rakyat.

"Jadi bukan rakyat yang memilih langsung pemimpin, melainkan musyawarah dari wakil rakyat yang mereka pilih di DPR dan DPRD saat pemilu legislatif," ujarnya.

Dimatanya, pilkada langsung mengajarkan politik transaksional pada masyarakat.

Baca juga: Wali Kota Baubau AS Tamrin Kritik Konsep Pemilihan Langsung: Minta Kembali Dipilih MPR-RI dan DPRD

Ia menambahkan, pemilihan secara langsung yang digelar tiap lima tahun sekali hanya menambah nilai materialistik dan pragmatik.

AS Tamrin menguraikan, kecurangan pemilihan langsung juga sulit diawasi.

Aparat penegak hukum biasanya kesulitan menindak warga yang menerima uang "serangan fajar".

Berbeda dengan pemilihan oleh wakil rakyat, menurut AS Tamrin, mudah dikontrol.

"Kalau DPR dan DPRD-nya berbuat curang, tinggal ditindak saja. Pasti mereka juga takut kalau diawasi, dan mudah diawasi karena jumlahnya terhitung," imbuhnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved