Berita Baubau
Aplikasi Panic Button Alarm Kebakaran di Sulaa Baubau Sulawesi Tenggara, Lokasi Dekat Terminal BBM
Mengenal aplikasi panic button alarm kebakaran di Kelurahan Sulaa Kecamatan Betoambari Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Penulis: Harni Sumatan | Editor: Amelda Devi Indriyani
TRIBUNNEWSSULTRA.COM,BAUBAU - Mengenal aplikasi panic button alarm kebakaran di Kelurahan Sulaa Kecamatan Betoambari Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Aplikasi ini menjadi alarm peringatan keadaan darurat di masyarakat seperti kebakaran, orang sakit atau keadaan yang membutuhkan bantuan.
Aplikasi panic button dikembangkan sejak 2024 lalu, hasil kerjasama dengan Pertamina Fuel Terminal Baubau.
Kelurahan Sulaa berjarak 2,7 kilometer dari terminal bahan bakar minyak atau BBM Pertamina Fuel Baubau.
Dengan waktu tempuh 6 menit menggunakan kendaraan roda dua dan empat.
Sedangkan dari kantor wali kota Jalan Raya Palagimata Kelurahan Lipu Betoambari, Kelurahan Sulaa berjarak sekira 5,8 kilometer.
“Digunakan apabila terjadi kebakaran, orang sakit atau yang membutuhkan bantuan, lurah atau RT RW yang mempunyai aplikasi panik button bisa memanfaatkannya,” ujar Lurah Sulaa, Yusri Syarifudin saat dikonfirmasi TribunnewsSultra.com, Jumat (29/8/2025).
Baca juga: Tiga Cara Padamkan Api, 71 Kasus Kebakaran di Kendari Sulawesi Tenggara hingga Juli 2025
Yusri menjelaskan panic button adalah aplikasi yang dapat diinstalasi di handphone oleh masyarakat Kelurahan Sulaa.
Jika terdapat masalah atau membutuhkan bantuan, masyarkat bisa menekan tombol yang tersedia pada aplikasi.
Alarm akan berbunyi pada speaker yang telah digantung pada tiang listrik.
“Jadi jaraknya dari tiga atau empat tiang listrik baru ada speaker lagi,” ujarnya.
Yusri menyebut inovasi itu diinisiasi pihak Pertamina untuk mengantisipasi jika terdapat kebakaran.
Panic button saat ini memang belum digunakan sebagai alarm kebakaran.
Sebab rentang waktu sejak adanya panic button masih belum ada insiden kebakaran.
Baca juga: Aksi Warga dan Polisi Padamkan Api Pakai Gayung dan Ember Saat Kebakaran di Puskesmas Ahuhu Konawe
“Sekarang kami manfaatkan untuk pengumuman kepada warga, misalnya ada pelaksanaan kebersihan atau pemasangan umbul-umbul saat jelang HUT RI yang lalu,” tambahnya.
Yusri pula menjelaskan 2025 ini, panic button sudah dikembangkan.
Sehingga ke depannya tidak hanya berbunyi di wilayah Kelurahan Sulaa dan Pertamina.
“Namun juga di Rumah Sakit Umum Kota Baubau dan Pemadam,” tambahnya.(*)
(TribunnewsSultra.com/Harni Sumatan)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.