Berita Kendari

Pengalaman Pengajar Muda Elis dan Sidiq saat Datang ke Konawe, Lalui Medan Sulit Penuh Lumpur

Pengajar Muda XX Elis mengatakan perasaanya saat datang pertama kali di Kabupaten Konawe ia melalui medan jalan yang agak sulit.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Muhammad Israjab
Tangkapan layar youtube
Gerakan Indonesia Mengajar adalah suatu yayasan untuk meningkatkan pendidikan di tingkat daerah di seluruh Indonesia, dalam acara Tribun Corner dengan tema Gerakan Indonesia Mengajar di Konawe "Setahun Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi" 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pengajar Muda XX Elis dan Sidiq menceritakan pengalaman pertamanya saat pertama kali datang di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Diketahui, keduanya terpilih menjadi pengajar muda di Kabupaten Konawe tepatnya di desa Amboniki dan Parudongka, mereka berada di Konawe sejak Februari 2021 sehingga terhitung 6 bulan berjalan.

Elis sebagai pengajar muda mengatakan perasaanya saat datang pertama kali di Kabupaten Konawe ia melalui medan jalan yang agak sulit.

"Menuju Desa Amboniki itu lumayan sulit, terutama medannya seperti melewati jembatan dan jalanan yang penuh lumpur," ucapnya, Rabu (1/9/2021).

Hal itu diungkapkan dalam acara Tribun Corner dengan tema Gerakan Indonesia Mengajar di Konawe "Setahun Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi" dipandu Jurnalis TribunnewsSultra.com, Sri Rahayu.

Berlangsung di Kantor TribunnewsSultra di Kelurahan Lahundape, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Disarankan secara langsung melalui kanal Facebook dan Youtube dengan akun Tribunnews Sultra Official.

Lanjut, Elis menyebut perjalanan untuk sampai kesana juga cukup memakan waktu yang lumayan lama yaitu sekitar 5 jam.

Namun kata Elis, ketika sampai ke desa Amboniki ia merasa sangat bersyukur hal itu karena perjalanan telah usai setelah melewati perjuangan dalam medan yang rumit.

"Ketika sampai disana saya merasa warga di desa Amboniki merupakan keluarga baru, karena setiap ada acara apapun itu saya selalu diajak warga untuk ikut berpartsipasi,"ungkapnya.

Baca juga: Kesan Elis dan Sidiq Pengajar Muda di Konawe Sebut Kehangatan Warga, Suka Sinonggi dan Molulo

Elis menambahkan, karena disana merupakan desa pegunungan dan cuacanya juga cukup ekstrim maka setelah sampai disana pertama kali itu ia sempat sakit seminggu.

Hal itu menurut Elis, mungkin itu merupakan bentuk adaptasi dari tubuhnya terhadap cuaca di desa itu.

Sudah enam bulan bertempat di desa itu ia merasa nyaman selain dari warganya yang menyambut dengan baik, pemandangannya juga cukup indah sehingga disana ia sangat menikmati.

"Desanya cukup kecil sehingga warga di Desa Amboniki rasa kekeluargaannya itu cukup erat dan sesampainya disana untuk bersosial dengan warga juga cukup cepat,"tutupnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved