Berita Kendari
Kesan Elis dan Sidiq Pengajar Muda di Konawe Sebut Kehangatan Warga, Suka Sinonggi dan Molulo
Keduanya, merasa diterima baik oleh masyarakat dimana mereka ditempatkan, serta selalu mengingat makanan khas yaitu Sinonggi dan juga tarian Molulo.
Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Muhammad Israjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/gerakan-indonesia-mengajar-di-konawe.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Elis dan Sidiq merupakan pengajar muda XX Gerakan Indonesia Mengajar, mereka pun membagikan pengalamannya serta kesannya selama di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Keduanya, merasa diterima baik oleh masyarakat dimana mereka ditempatkan, serta selalu mengingat makanan khas yaitu Sinonggi dan juga tarian Molulo.
Diketahui, keduanya terpilih menjadi pengajar muda di Kabupaten Konawe tepatnya di desa Amboniki dan Paladongka.
Mereka berada di Konawe sejak Februari 2021 sehingga terhitung 6 bulan berjalan.
Elis menyebut, pengalaman paling berkesan selama tinggal di Amboniki yaitu pada saat Festival Ramadhan.
"Saat itu kegiatannya cukup besar, saya juga sempat ragu apa kegiatannya bisa diselesaikan dengan baik atau tidak, dan alhamdulillah berjalan lancar kegiatan pawai obornya," ucapnya.
Hal itu diungkapkan dalam acara Tribun Corner dengan tema Gerakan Indonesia Mengajar di Konawe "Setahun Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi" dipandu Jurnalis TribunnewsSultra.com, Sri Rahayu.
Baca juga: Cerita Inspiratif Elis dan Sidiq Ikut Gerakan Indonesia Mengajar di Konawe, Simak Tipsnya Biar Lolos
Berlangsung di Kantor TribunnewsSultra di Kelurahan Lahundape, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Disiarkan secara langsung melalui kanal Facebook dan Youtube dengan akun Tribunnews Sultra Official.
Lanjut Elis, Ia juga merasa sangat bersyukur selaku tenaga pengajar muda dapat ditempatkan di desa tersebut karena ternyata masyarakatnya sudah melek terhadap dunia pendidikan.
"Kesan lainnya juga di desa Amboniki dimana saya ditempatkan yaitu sering disuguhkan makanan khas lokal Sultra yaitu Sinonggi," ucapnya.
Sehingga Elis selalu berpikir apabila nantinya ia sudah tak ditempatkan di desa tersebut maka momen tersebut sangat dirindukan.
Hal yang sama dengan Sidiq, pengalaman paling berkesan yaitu pada saat bulan ramadhan dan lebaran Idul Fitri, karena itu pengalaman pertamanya jauh dari sanak keluarga.
"Dan yang membuat saya merasa bahagia dan terharu yaitu saya banyak mendapatkan kehangatan bersama masyarakat disana, mereka menerima saya dengan sangat baik,".
Sidiq menyebut apabila nantinya akan dipindahtugaskan ia akan selalu mengingat Tarian Molulo ciri khas Sultra tersebut.
Baca juga: Lisa BLACKPINK Ungkap Tanggal Rilis, Blink Berteori Usai Lihat Tester Kedua LALISA