Senin, 20 April 2026

Berita Kendari

Pengalaman Pengajar Muda Elis dan Sidiq saat Datang ke Konawe, Lalui Medan Sulit Penuh Lumpur

Pengajar Muda XX Elis mengatakan perasaanya saat datang pertama kali di Kabupaten Konawe ia melalui medan jalan yang agak sulit.

Tayang:
Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Muhammad Israjab
zoom-inlihat foto Pengalaman Pengajar Muda Elis dan Sidiq saat Datang ke Konawe, Lalui Medan Sulit Penuh Lumpur
Tangkapan layar youtube
Gerakan Indonesia Mengajar adalah suatu yayasan untuk meningkatkan pendidikan di tingkat daerah di seluruh Indonesia, dalam acara Tribun Corner dengan tema Gerakan Indonesia Mengajar di Konawe "Setahun Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi" 

"Namun walau jauh dari pusat Kabupaten Konawe saya merasakan kekeluargaan di desa itu cukup hangat dan menerima saya dengan baik,"ujarnya.

Kesan

Elis dan Sidiq merupakan Pengajar Muda XX dalam Gerakan Indonesia Mengajar, mereka pun membagikan pengalamannya serta kesannya selama di Kabupaten Konawe.

Gerakan Indonesia Mengajar adalah suatu yayasan untuk meningkatkan pendidikan di tingkat daerah di seluruh Indonesia, dalam acara Tribun Corner dengan tema Gerakan Indonesia Mengajar di Konawe
Gerakan Indonesia Mengajar adalah suatu yayasan untuk meningkatkan pendidikan di tingkat daerah di seluruh Indonesia, dalam acara Tribun Corner dengan tema Gerakan Indonesia Mengajar di Konawe "Setahun Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi" dipandu Jurnalis TribunnewsSultra.com, Sri Rahayu, Rabu (1/9/2021). (Tangkapan layar youtube)

Keduanya, merasa diterima baik oleh masyarakat dimana mereka ditempatkan, serta selalu mengingat makanan khas yaitu Sinonggi dan juga tarian Molulo.

Diketahui, keduanya terpilih menjadi pengajar muda di Kabupaten Konawe tepatnya di desa Amboniki dan Paladongka.

Mereka berada di Konawe sejak Februari 2021 sehingga terhitung 6 bulan berjalan.

Elis menyebut, pengalaman paling berkesan selama tinggal di Amboniki yaitu pada saat Festival Ramadhan.

"Saat itu kegiatannya cukup besar, saya juga sempat ragu apa kegiatannya bisa diselesaikan dengan baik atau tidak, dan alhamdulillah berjalan lancar kegiatan pawai obornya," ucapnya.

Lanjut Elis, Ia juga merasa sangat bersyukur selaku tenaga pengajar muda dapat ditempatkan di desa tersebut karena ternyata masyarakatnya sudah melek terhadap dunia pendidikan.

Baca juga: Cerita Inspiratif Elis dan Sidiq Ikut Gerakan Indonesia Mengajar di Konawe, Simak Tipsnya Biar Lolos

"Kesan lainnya juga di desa Amboniki dimana saya ditempatkan yaitu sering disuguhkan makanan khas lokal Sultra yaitu Sinonggi," ucapnya.

Sehingga Elis selalu berpikir apabila nantinya ia sudah tak ditempatkan di desa tersebut maka momen tersebut yang sangat dirindukan nanti kedepannya.

Hal yang sama dengan Sidiq, pengalaman paling berkesan yaitu pada saat bulan ramadhan pada Idul Fitri merupakan pengalaman pertamanya jauh dari sanak keluarga.

"Dan yang membuat saya merasa bahagia dan terharu yaitu saya banyak mendapatkan kehangatan bersama masyarakat disana, mereka menerima saya dengan sangat baik,".

Sidiq menyebut apabila nantinya akan dipindahtugaskan ia akan selalu mengingat Tarian Molulo ciri khas Sultra tersebut.

Perlu diketahui, Gerakan Indonesia Mengajar adalah suatu yayasan untuk meningkatkan pendidikan di tingkat daerah di seluruh Indonesia.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved