Berita Kendari
Kisah Hernawati, Guru Asal Kendari Alumni PPKN UHO Diterima Mengajar di Arab Saudi Selama 3 Tahun
Selasa (18/7/2021) siang, menjadi momen kejutan istimewa bagi Hernawati (38), guru asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Penulis: Risno Mawandili | Editor: Fadli Aksar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/hernawati-38-guru-asal-kota-kendari-provinsi-sultra-diterima-mengajar-di-arab-saudi.jpg)
Jawaban pada 14 halaman itu ditanyakan kembali oleh penguji selama 90 menit.
Ia menjelaskan, tes guru SILN dilakukan secara virtual, dimulai dari seleksi administrasi, psikologi, kemampuan berbahasa inggris, wawancara psikolog, tes mikrotiking atau uji koneksi gateway dan internet.
Terakhir adalah wawancara dari Kementerian Luar Negeri dan Kemendikbud Ristek.
Ia mengaku, wawancara yang paling diingat dengan kementerian adalah soal visi-misi menjadi guru SILN.
Pertanyaan ini cukup sederhana, tetapi perlu jawaban tepat dan meyakinkan.
"Jadi saya menjawab, akan memperkenalkan budaya, menanamkan nilai patriolisme dan nasionalisme kepada anak-anak Indonesia di Riyadh, Arab Suadi," bebernya.
Tiga Tahun di Arab Saudi
Hernawati dijadwalkan menjadi guru SILN di Ibu Kota Arab Saudi selama tiga tahun, periode 2022-2025.
Ia bersyukur mendapat kesempatan untuk menambah pengalaman.
Kini persiapan sudah dimulai, Hernawati berencana membawa serta keluarga kecilnya tinggal di Kota Riyadh.
Namun jauh sebelum menjadi guru di Arab Saudi, prestasi Hernawati SPd MBA, yang lahir dan tinggal di belakang gedung SMP Negeri 3 Puuwatu, Kota Kendari ini, butuh perjuangan panjang.
Ia mengatakan, kuliah di Universitas Halu Oleo dan menuntaskan studi pada 2006.
Beberapa tahun menjadi guru di SMP Negeri 3 Kendari, Hernawati mendapat informasi beasiswa di Universitas Gajah Mada (UGM).
Baca juga: HUT ke-76 RI, Ini Sosok 4 Siswa Pasukan Pengibar Bendera Kota Kendari
Lulus strata dua (S-2) di Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Konsentrasi Magister Manajemen Kepengawasan Pendidikan, UGM, pada 2012.
"Ada S-2 untuk pengawas sekolah. Saya tertarik karena tempatnya di UGM, saya coba daftar ternyata lulus dan full dibiayai negara," terangnya.
Hernawati mulai tertarik kegiatan berskala nasional pada 2018.
Dimulai dengan mengikuti Bimtek Karya Tulis Ilmiah dan Jurnal di P4TK PKn dan IPS di Kota Malang tahun 2018, kemudian whorshop Perlindungan Guru di Solo.
"terakhir sebelum pandemi Covid-19 itu mengikuti Anugerah Konstitusi, Mahkamah Konstitusi di Jakarta," ujarnya. (*)
(TribunnewsSultra.com/Risno Mawandili)