Jumat, 24 April 2026

Berita Kendari

Kisah Hernawati, Guru Asal Kendari Alumni PPKN UHO Diterima Mengajar di Arab Saudi Selama 3 Tahun

Selasa (18/7/2021) siang, menjadi momen kejutan istimewa bagi Hernawati (38), guru asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Tayang:
Penulis: Risno Mawandili | Editor: Fadli Aksar
zoom-inlihat foto Kisah Hernawati, Guru Asal Kendari Alumni PPKN UHO Diterima Mengajar di Arab Saudi Selama 3 Tahun
Istimewa
Hernawati (38), guru asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diterima mengajar di Kota Riyadh, Arab Saudi selama 3 tahun. Alumni Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguguran dan Ilmu Pendidikan, Universitas Halu Oleo ( PPKN FKIP UHO) Kendari itu, mengaku sangat bersyukur usai melihat pengumuman, pada Rabu (18/8/2021) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kisah Hernawati (38), guru asal Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), diterima mengajar di Kota Riyadh, Arab Saudi selama 3 tahun.

Ia tak menyangka bisa lolos seleksi setelah bersaing dengan hampir seribuan peserta dari seluruh Indonesia.

Alumni Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguguran dan Ilmu Pendidikan, Universitas Halu Oleo ( PPKN FKIP UHO) Kendari itu, mengaku sangat bersyukur usai melihat pengumuman, pada Rabu (18/8/2021)

Hernawati mengatakan, menjadi guru di Arab Saudi melalui seleksi tenaga pengajar di Sekolah Indonesia Luar Negeeri (SILN) tahun 2021.

"Pertama kali saya mendapat informasi dari media sosial, grup WhatsApp Messenger. Kemudian masuk di laman resmi di SILN dan mulai mengumpulkan informasi dan syarat yang dibutuhkan," bebernya.

Tahapan demi tahapan dilewati guru mata pelajaran PPKN di SMP Negeri 3 dan Madrasah Tsanawiayah (MTs) Al Wahdah Kendari ini.

Baca juga: Sosok Wahyu Ramadan, Anak Yatim asal Konawe Jadi Pemimpin Upacara Hari Pramuka 2021 di Sultra

Ia melewati jalan mulus seleksi guru bagi siswa Indonesia di luar negeri yang dinaungi Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi atau Kemendikbud Ristek.

Hernawati menjadi satu-satunya perwakilan Sulawesi Tenggara, lolos bersama 77 peserta lainnya dari seluruh Indonesia.

"Pendaftar hampir seribuan, karena nomor perserta sampai 900an. Kemudian yang lolos seleksi administrasi itu sekitar 265 orang. Bertahan sampai dengan tes akhir 240 orang. Pada saat pengumunan 18 Agustus 2021, 78 orang dinyatakan lulus," urainya.

Tes Sulit

Para peserta SILN mesti menjalani beragam tes yang dianggap sulit medio Februari-Juni 2021.

Menurut Hernawati, tes paling sulit adalah bahasa Inggris atau Test of English as a Foreign Language (TOEFL).

Hernawati, Guru di SMP Negeri 3 Kendari
Hernawati, Guru di SMP Negeri 3 Kendari (Istimewa)

"Yang paling sulit itu kemmnpuan tes Bahasa Inggris, karena itu tesnya pakai TOEFL ITP," ujarnya.

Kesulitan lainnya adalah tes wawancara dari psikolog.

"Sebelum wawancara kami harus terlebih dahulu menjawab 14 halaman soal. Mencerirakan kegiatan kami di sekolah dan organisasi di luar sekolah," lanjutnya.

Baca juga: Sosok Melani Pendamping Anak Pengidap Tumor di Baubau, Dirikan Posko untuk Bantu Warga Kurang Mampu

Jawaban pada 14 halaman itu ditanyakan kembali oleh penguji selama 90 menit.

Ia menjelaskan, tes guru SILN dilakukan secara virtual, dimulai dari seleksi administrasi, psikologi, kemampuan berbahasa inggris, wawancara psikolog, tes mikrotiking atau uji koneksi gateway dan internet.

Terakhir adalah wawancara dari Kementerian Luar Negeri dan Kemendikbud Ristek.

Ia mengaku, wawancara yang paling diingat dengan kementerian adalah soal visi-misi menjadi guru SILN.

Pertanyaan ini cukup sederhana, tetapi perlu jawaban tepat dan meyakinkan.

"Jadi saya menjawab, akan memperkenalkan budaya, menanamkan nilai patriolisme dan nasionalisme kepada anak-anak Indonesia di Riyadh, Arab Suadi," bebernya.

Tiga Tahun di Arab Saudi

Hernawati dijadwalkan menjadi guru SILN di Ibu Kota Arab Saudi selama tiga tahun, periode 2022-2025.

Ia bersyukur mendapat kesempatan untuk menambah pengalaman.

Kini persiapan sudah dimulai, Hernawati berencana membawa serta keluarga kecilnya tinggal di Kota Riyadh.

Hernawati berencana membawa serta keluarga kecilnya tinggal di Kota Riyadh, Arab Saudi.
Hernawati berencana membawa serta keluarga kecilnya tinggal di Kota Riyadh, Arab Saudi. (Istimewa)

Namun jauh sebelum menjadi guru di Arab Saudi, prestasi Hernawati SPd MBA, yang lahir dan tinggal di belakang gedung SMP Negeri 3 Puuwatu, Kota Kendari ini, butuh perjuangan panjang.

Ia mengatakan, kuliah di Universitas Halu Oleo dan menuntaskan studi pada 2006.

Beberapa tahun menjadi guru di SMP Negeri 3 Kendari, Hernawati mendapat informasi beasiswa di Universitas Gajah Mada (UGM).

Baca juga: HUT ke-76 RI, Ini Sosok 4 Siswa Pasukan Pengibar Bendera Kota Kendari

Lulus strata dua (S-2) di Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Konsentrasi Magister Manajemen Kepengawasan Pendidikan, UGM, pada 2012.

"Ada S-2 untuk pengawas sekolah. Saya tertarik karena tempatnya di UGM, saya coba daftar ternyata lulus dan full dibiayai negara," terangnya.

Hernawati mulai tertarik kegiatan berskala nasional pada 2018.

Dimulai dengan mengikuti Bimtek Karya Tulis Ilmiah dan Jurnal di P4TK PKn dan IPS di Kota Malang tahun 2018, kemudian whorshop Perlindungan Guru di Solo.

"terakhir sebelum pandemi Covid-19 itu mengikuti Anugerah Konstitusi, Mahkamah Konstitusi di Jakarta," ujarnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Risno Mawandili)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved