Covid19 Sultra
465 Siswa SMAN 1 Kendari Divaksin, Kepsek: Vaksinasi Pelajar Perdana di Sulawesi Tenggara
Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kendari merupakan sekolah pertama di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang lakukan vaksinasi kepada siswanya.
Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Laode Ari
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI- Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kendari merupakan sekolah pertama di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang lakukan vaksinasi kepada siswanya.
Dengan jumlah total target siswa yang divaksin saat ini sebanyak 465 siswa dari 1.200 siswa yang ada.
Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Kendari, Ruslan.
"Alhamdulillah saat ini kami telah melakukan vaksinasi perdana untuk usia pelajar di Sultra," ujarnya saat ditemui di sekolah SMAN 1 Kendari, Kamis (12/8/2021).
Baca juga: 258 Warga Binaan Lapas Kelas II A Kendari Jalani Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua
Vaksinasi siswa SMAN 1 Kendari ini berlokasi di Jl Mayjen Sutoyo No 102, Kelurahan Tipulu, Kecamatan Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Lanjut Ruslan, awalnya ia tak menyangka siswa yang lakukan vaksin sebanyak ini.
Kepsek SMAN 1 Kendari itu menyebut 100 siswa saja yang hadir ia sudah merasa bersyukur.
"Tapi peran aktif siswa kami untuk melakukan vaksinasi ini sangat antusias sekali," imbuhnya.
Terkait dengan pengaturan jadwal vaksin pada hari ini, Ruslan menyebut dibagi menjadi tiga jadwal.
Untuk siswa kelas XII itu dijadwalkan pagi pada pukul 08.00 wita kemudian dilanjutkan siswa kelas XI dimulai pada pukul 10.00 wita, dan yang terakhir siswa kelas X dijadwalkan siang hari pukul 13.00 wita.
"Hanya hari ini saja program vaksin yang direncanakan sementara untuk vaksinasi kedua kedepannya kami masih menunggu dari pihak kepolisan," bebernya.
Baca juga: Polres Kendari Suntik Vaksin 33 Penyandang Disabilitas Pada Hari Pertama Vaksinasi, Target 900 Jiwa
Program vaksinasi ini kata Ruslan merupakan syarat untuk pembelajaran tatap muka atau PTM.
Sementara itu, untuk syaratnya siswa dapat divaksin yaitu sebelumnya dipastikan siswa tak mengalami penyakit komorbit.
Sehingga sebelum siswa lakukan vaksin, pihak sekolah telah berkoordinasi sejak awal dengan orangtua siswa terkait izin yang diberikan.
"Sebelumnya kami telah berkoordinasi dengan orangtua siswa terkait dengan vaksinasi ini, sehingga terlebih dahulu harus ada izin dari orangtua," imbuhnya.