Wanita 23 Tahun Nekat Tipu hingga Rp 1 Miliar, Modus Arisan via Grup WhatsApp
Modus yang digunakan warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur dengan membuat arisan fiktif.
Dengan adanya keuntungan hingga 50 persen tersebut, banyak orang yang tergiur sehingga mau mengikuti arisan.
Para korban adalah orang-orang yang selama ini sudah dihubungi oleh SMA.
Sistem yang diterapkan untuk menggaet peserta mirip multi level marketing (MLM).
Baca juga: Geger Ada 6 Mayat Ditemukan Berturut-turut di Sawah hingga Pinggir Jalan, Tak Ada Tanda Kekerasan
Bila satu peserta bisa mengajak orang lain akan ada keuntungan berlipat yang bakal diterima.
Akibatnya, peserta pun bersemangat mengikuti arisan dan mengajak banyak rekan lainnya.
"Dengan keuntungan besar itulah akhirnya para korban tergiur, namun karena yang dijanjikan tidak kunjung terwujud, mereka komplain,” ujar Jeifson.
Awalnya, arisan berjalan lancar.
Kondisi itu membuat para peserta arisan semakin percaya.
Namun, situasi berubah beberapa waktu berikutnya.
Hasil arisan tidak sesuai yang dijanjikan di awal.
Bahkan, ketika dikomplain, peserta tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan.
Akhirnya, peserta yang merasa menjadi korban lapor ke polisi.
“Lalu melapor ke kami karena khawatir. Setelah arisan pertama cair, para korban semakin percaya. Untuk kerugian korban bervariasi mulai jutaan hingga ratusan juta,” terang Jeifson.
Bahkan ada satu korban yang memberanikan diri mengikuti arisan Rp 287 juta.
Tapi tidak ada pencairan.