PPDB 2021
SMP Berbasis Komunitas Diminati, Dikmudora Kendari Sinyalir Picu Sekolah Negeri Sepi Peminat
SMP berbasis komunitas di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kian diminati orangtua siswa.
Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Fadli Aksar
"Akan disesuaikan jumlah siswa yang masuk sekolah, kita batasi. Hanya 25 persen dari total siswa," ucapnya.
Sedangkan, untuk sekolah di wilayah zona merah akan mengacu rekomendasi dari pemerintah dan Satgas Covid-19.
"Untuk sekolah di zona merah, kita batasi. Mengacu sesuai rekomendasi dari pemerintah dan Satgas Covid-19. Jika diizinkan kita akan buka. Jika tidak kita tidak buka," kata Makmur.

Jika sekolah dibuka, maka izin dari orangtua siswa tetap diperlukan.
Jika sebagian siswa tidak mendapatkan izin orang tua, sekolah memberi opsi siswa belajar secara daring atau online.
"Salah satu syarat utama adalah izin orangtua siswa. Maka mereka diminta memberikan izin kepada anaknya mengikuti belajar tatap muka," jelas Makmur.
Terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Kabid Dikdas) Dikmudora Kendari, Muchdar Alimin, terdapat 106 SD negeri dan 18 swasta.
Sedangkan SMP negeri sebanyak 23 dan swasta 13.
Baca juga: Meski Angka Covid-19 Meningkat, Pemkot Kendari Tetap Buka Belajar Tatap Muka 1 Juli
"Total siswa itu kisaran 35 ribu siswa. Sedangkan SMP sekira 15 ribu. Jika kita total bisa sampai 50 ribu siswa," katanya.
Sementara untuk pemetaan sekolah mengacu terhadap jumlah siswa.
Sehingga diberikan kategori kecil, sedang dan besar.
"Sekolah kecil di bawag 200, sekolah sedang antara 201 sampai 500 dan sekolah besar di atas 500," ungkap Muchdar.
Sedangkan pembagian jam belajar disesuaikan jumlah siswa.
"Mulai dari 3 hari dalam sepekan belajar tatap muka. Bahkan 1 minggu, tergantung jumlah siswa di sekolah tersebut," kata Kabid Dikdas. (*)
(TribunnewsSultra.com/Muhammad Israjab)