OJK Sultra

Kenali Ciri-ciri Pinjaman Online dan Cara Menghindarinya, Tips dari OJK Sulawesi Tenggara

Kepala OJK Sultra, Arjaya Dwi Raya meminta agar masyarakat perlu mengetahui ciri-ciri modus pinjaman online ilegal yang ditawarkan sebelum meminjam

Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Laode Ari
Amelda Devi/TribunnewsSultra.com
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Arjaya Dwi Raya saat menghimbau manyarakat agar tak mudah percaya dengan pihak atau oarang yang menawarkan pinjaman online via Whatsapp dan SMS. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta kepada masyarakat untuk mewaspadai pinjaman online illegal menggunakan SMS atau WhatsApp, yang sedang marak perkembangannya saat ini. 

Kepala OJK Sultra, Arjaya Dwi Raya, meminta agar masyarakat perlu mengetahui ciri-ciri modus pinjaman online ilegal yang ditawarkan sebelum meminjam. 

"Ciri-ciri diantaranya pinjol yang tidak terdaftar atau tak berizin OJK, bunga denda tinggi mencapai 1- 4 per hari, biaya tambahan lainnya tinggi mencapai 40% dari nilai pinjaman," kata Arjaya, Rabu (30/6/2021). 

Baca juga: Berikut Permintaan Gubernur Ali Mazi Kepada OJK Terkait Bank Sultra 

Baca juga: Apa Itu OJK? Ambil Alih Tugas Bank Indonesia dan Kemenkeu, Kini Dapat Tugas Perlindungan Konsumen

Kemudian, kata Arjaya, jangka waktu pelunasan singkat tidak sesuai kesepakatan, meminta akses data pribadi seperti kontak, foto, video, lokasi dan sejumlah data pribadi lainnya untuk meneror peminjam yang gagal bayar.

Melakukan penagihan tidak beretika berupa teror, intimidasi dan pelecahan dan tidak memiliki layanan pengaduan dan identitas kantor yang jelas.

Selain itu, OJK juga memberikan tips untuk menghindari dan mewaspadai pinjol dengan tidak mengklik tautan atau menghubungi kontak yang ada pada SMS atau WA pinjol illegal. 

Jangan tergoda penawaran pinjol illegal melalui SMS atau WA yang menawarkan pinjaman cepat tanpa agunan. 

Jika menerima SMS atau WA penawaran pinjol segera hapus atau blokir nomor tersebut. 

Cek Legalitas perusahaan pemberi pinjaman online sebelum mengajukan pinjaman. 

Pinjamlah sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan untuk melunasi pinjaman.

"Jadi masyarakat perlu waspada, jangan langsung percaya dengan penawaran pinjaman online," ujarnya. 

Baca juga: Berkolaborasi Dalam Kegiatan Bazar Intermediasi, OJK Sultra Gelar Empower Youth For Work

OJK mengimbau agar masyarakat hanya menggunakan pinjol yang terdaftar atau berizin OJK.

Caranya dengan mengecek legelitas pinjol ke kontak 157/WA 081157157157 atau melalui www.ojk.go.id. 

"Selanjutnya, perlu kami informasikan, untuk Fintech Lending atau pinjol yang legal hanya diberikan kewenangan akses informasi konsumen, yaitu Camera, Microphone, dan Location atau disingkat CAMILAN.

Artinya, kalau sudah meminta akses di luar itu seperti kontak dan sebagainya dipastikan illegal,” jelas Arjaya.

Untuk diketahui, terkait penanganan investasi illegal, OJK melalui Satgas Waspada Investasi (SWI) telah mengambil langkah cepat dan tegas bersama Kepolisian Republik Indonesia dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO). 

Untuk menindak pinjaman online illegal/ rentenir yang berpotensi melanggar hukum dengan melakukan cyber patrol.

Sejak 2018, OJK telah memblokir atau menutup 3.193 aplikasi atau website pinjaman online (pinjol) illegal. 

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani) 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved