Breaking News:

Berita Kendari

27 Tenaga Kesehatan di RSUD Kota Kendari Tak Terima Insentif Selama 9 Bulan, Dirut Protes Kemenkes

Nakes yang terdiri dari 4 aparatur sipil negara (ASN), 16 honorer dan 7 tenaga relawan ini tak terima insentif sejak September 2020.

Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Fadli Aksar
(Arman Tosepu/TribunnewsSultra.com)
Puluhan tenaga kesehatan (Nakes) Rumah Sakit Covid-19 Konawe menduduki kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, (12/4/2021). Sebanyak 27 tenaga kesehatan (Nakes) di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tak terima insentif selama 9 bulan. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sebanyak 27 tenaga kesehatan (Nakes) di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tak terima insentif selama 9 bulan.

Nakes yang terdiri dari 4 aparatur sipil negara (ASN), 16 honorer dan 7 tenaga relawan ini tak terima insentif sejak September 2020.

Sejumlah Nakes ini terancam mogok kerja jika insentif tak kunjung dibayarkan.

Direktur RSUD Kota Kendari, dr Sukirman menyayangkan masalah tersebut karena hingga saat ini belum ada titik terang.

Ia pun memprotes Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam masalah ini..

“Kejadian ini membuat Nakes khawatir, apalagi saat ini kasus Covid-19 kembali meningkat," ungkap Sukirman, Jumat (18/6/2021).

Baca juga: 38 Tenaga Kesehatan Rumah Sakit Covid di Konawe Tak Dibayar Insentifnya Selama 8 Bulan

Sukirman juga turut khawatir apabila para nakes mogok kerja, karena tak ada lagi yang menangani pasien Covid-19.

Apalagi saat ini kasus Covid-19 mengalami peningkatan.

"Karena mereka (Nakes) ini rata-rata sukarelawan kalau di antara mereka mogok bekerja siapa lagi yang melayani pasien Covid-19," ujarnya.

Pihak RSUD meminta ada kejelasan terkait belum dibayarkan insentif tersebut.

“Kalau makin membludak jumlah pasien Covid-19, jika tidak ada kejelasan insentif, saya khawatir mereka tidak mau lanjut kerja karena manusia itu butuh makan, transportasi, dan kehidupan sehari-hari,” kata Sukirman.

Baca juga: 39 Petugas di Gedung Isolasi Covid-19 di Sulawesi Tenggara Tak Dibayar Selama 6 Bulan

Sementara, Kepala Ruangan Rawat Inap Infection Center, Hardia mengaku selama ini hanya bisa bersabar.

“Selama ini kami hanya menunggu dan sabar , tetapi sampai sekarang itu tidak jelas, sehingga harapannya agar secepatnya dikeluarkan kasian yang menjadi hak kami,” ujarnya.

Dengan begitu, pihaknya berharap Kemenkes segera memberikan kepastian dengan mencairkan kembali insentif. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muhammad Israjab)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved