Berita Kendari
Jumlah Positif Covid-19 Naik, Pemkot Kendari Tetap Buka Sekolah Tatap Muka Juli 2021
Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir, pastikan proses belajar tatap muka di sekolah dimulai awal Juli 2021.
Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Laode Ari
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir, pastikan proses belajar tatap muka di sekolah dimulai awal Juli 2021.
Hal tersebut tetap dilakukan meski jumlah positif Covid-19 Kendari kembali menunjukan kenaikan dalam beberapa minggu terakhir.
Saat ini angka Positif Covid-19 di Kendari dari data terbaru yang dirilis Dinas Kesehatan Kota Kendari jumlah warga yang terpapar sebanyak 55 orang.
Baca juga: Kasus Covid-19 di Kendari Alami Kenaikan Usal Lebaran, Dinkes Belum Temukan Virus Corona asal India
Baca juga: Covid-19 Varian Delta India Disebut Jadi Penyebab Lonjakan Kasus di Kudus
Menurut Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir angka pertambahan kasus positif Covid-19 masih rendah.
"Saya kira tidak. Ini angkanya masih sangat kecil, masih terkendali. Ukuran kita sebenarnya dibawah 100 itu angka sangat terkendali, belum menghawatirkan. Kita tidak boleh lengah, tidak boleh mengabaikan protokol kesehatan," kata Sulkarnain, Kamis (17/6/2021).
Sul sapaan akrab wali kota, menjelaskan pihaknya tidak langsung membuka sekolah begitu saja.
Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh sekolah.
Minimum 80 persen guru sudah mendapatkan vaksinasi dan sarana prasarana sekolah sesuai standar protokol kesehatan Covid-19.
"Kalaupun kita membuka pembelajaran tatap muka itu jangan bayangkan seperti sebelum Covid-19," ujar politisi PKS ini.
Baca juga: 60 Pegawai BPJN Divaksin, Target Vaksinasi Covid-19 Harian di RSUD Bahteramas Kendari Tercapai
Baca juga: Terus Bertambah, Jumlah Positif Covid-19 di Kendari Capai 46 Kasus, Wali Kota Imbau Patuh Prokes
Ia menjelaskan, pembelajaran tatap muka disekolah dirancang untuk mengurangi dampak penularan kepada siswa atau guru.
"Misalnya kita shif, jadi jumlah peserta didiknya tidak seperti dulu, bukan 1/2 lagi tapi 1/3 dari jumlah siswanya saja yang boleh ikut. Murid hanya sekolah 3 kali seminggu, tidak tiap hari ke sekolah," ungkapnya.
Sulkarnain menegaskan, sekolah akan langsung ditutup kembali jika ada siswa positif Covid-19.
"Kalau terjadi satu kasus saja di sekolah itu kita tutup," tandasnya.
Data terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Kendari hingga, Rabu (16/6/2021), jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 59 orang.
Dari total kasus tersebut 4.618 orang sudah dinyatakan sembuh, 58 meninggal.
Sedangkan untuk data sebarannya mulai dari Kecamatan Wua-Wua 9 kasus, Kecamatan Kambu 4 kasus, Kecamatan Baruga 7 kasus, Kecamatan Poasia 6 kasus.
Kecamatan Abeli 1 kasus, Kecamatan Kadia 6 kasus, Kecamatan Puuwatu 15 kasus, Kecamatan Kendari Barat 2 kasus.
Kemudian Kecamatan Kendari 2 kasus dan Kecamatan Mandonga 8 kasus. (*)
(TribunnewsSultra.com/Muhammad Israjab)