Rabu, 15 April 2026

Virus Corona

Covid-19 Varian Delta India Disebut Jadi Penyebab Lonjakan Kasus di Kudus

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kasus varian virus corona India B1617.2 sudah terdeteksi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Tayang:
Editor: Sugi Hartono
zoom-inlihat foto Covid-19 Varian Delta India Disebut Jadi Penyebab Lonjakan Kasus di Kudus
Ilustrasi Wartakotalive.com/Galih
ILUSTRASI virus corona 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kasus varian virus corona India B1617.2 atau juga disebut sebagai varian delta sudah terdeteksi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Diketahui, Kabupaten Kudus melaporkan terjadinya lonjakan kasus dalam beberapa waktu terakhir.

Akibatnya wilayah Kudus dikategorikan sebagai zona merah penyebaran virus corona.

Baca juga: Mengenal Tiga Varian Baru Virus Corona yang Disebut Sudah Masuk Indonesia: B117, B1617, dan B1351

Adapun belum lama ini, Menkes Budi menyatakan bahwa lonjakan kasus tersebut dipengaruhi oleh adanya varian delta.

Ia menuturkan, penularan varian delta dimungkinkan terjadi akibat banyaknya pekerja migran Indonesia yang pulang.

Selain itu, aktivitas di pelabuhan laut termasuk pengangkutan barang yang datang dari India juga disebut turut berpengaruh.

Baca juga: Update Data Covid-19 di Indonesia, Minggu 13 Juni 2021: Tercatat Ada 9.868 Kasus Baru

"Memang sudah terkonfirmasi itu adalah varian baru yang kita amati masuknya banyak dari pekerja migran di Indonesia," kata Menkes Budi, dikutip dari tayangan Youtube Kompas TV, Minggu (13/6/2021).

"Juga ada banyaknya melalui pelabuhan-pelabuhan laut. Pelabuhan udara biasanya sudah kita jaga dengan baik," imbuhnya.

Sementara, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, temuan 28 kasus varian delta ini merupakan hasil dari pemeriksaan 34 sampel.

Baca juga: Terjadi Lonjakan Kasus Covid-19, Bupati Kudus Sebut Masyarakat Abai Prokes setelah Divaksin

Lantas, bagaimana pandangan ahli epidemiologi terkait varian baru tersebut?

Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menilai, penemuan varian baru asal India di Kudus sangat serius.

Pasalnya, varian delta dinilai sudah mendekati virus dengan kategori super strain.

"Ini sangat serius, kategori varian delta ini tampaknya mendekati super strain, karena 3 kriteria secara epidemiologi sudah dipenuhi walaupun belum maksimal di salah satunya," kata Dicky, dikutip dari tayangan Youtube Kompas TV, Minggu (13/6/2021).

Baca juga: Mutasi Virus Corona Asal Inggris Masuk Indonesia, Kenali Gejala dari Varian Baru Covid-19

Pada kriteria pertama, kata Dicky, varian delta lebih cepat menular hingga 80 persen.

Bahkan, varian alpa penularannya sudah lebih menular hingga 50 persen dari virus corona asal Wuhan, China.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved