Breaking News:

Pelantikan Bupati Koltim

Pesan Ketua DPD Gerindra Sultra ke Andi Merya Nur Seusai Dilantik, Sebut Janji saat Kampanye

Ketua Gerindra Sultra ini berharap, setelah resmi menjabat Andi Merya Nur segera merealisasi janji-janji kepada rakyat saat berkampanye dulu.

Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Laode Ari
handover
Ketua DPD Gerindra Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Ady Aksar 

Menanggapi hal ini, Andi Merya Nur, merasa tersanjung sekaligus memikul beban.

Menurutnya, cukup berat menjadi bupati perempuan pertama dalam segi nilai.

Khusus di Kabupaten Koltim, Andi Merya Nur menjabarkan, jabatan dipimpin perempuan sudah mendominasi.

Seperti Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) semua dipimpin perempuan.

"Ini membuktikan politikus perempuan di Kolaka Timur bukan lagi sebagai pelengkap 30 persen syarat keterwakilan," ujarnya.

Detik-detik pelantikan Andi Merya Nur sebagai Bupati Kolaka Timur (Koltim) periode 2021-2024 di Aula Merah Putih Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Kota Kendari, Provinsi Sultra, Senin (14/06/2021). Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Andi Merya sebagai Bupati Koltim dipimpin Gubernur Sultra Ali Mazi.
Detik-detik pelantikan Andi Merya Nur sebagai Bupati Kolaka Timur (Koltim) periode 2021-2024 di Aula Merah Putih Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Kota Kendari, Provinsi Sultra, Senin (14/06/2021). Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Andi Merya sebagai Bupati Koltim dipimpin Gubernur Sultra Ali Mazi. (handover)

Meski demikian, ia merasa politikus perempuan harus lebih gigih memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Andi mengatakan, komitmen sebagai politikus perempuan akan dimulai dari pemberdayaan pekerja perempuan di Kabupaten Koltim.

"Kalau selama ini politikus perempuan, wakil bupati dari kaum perempuan sudah banyak. Hanya memang yang harus ditunjukan adalah kinerja," tuturnya.

Baca juga: Jadi Bupati Perempuan Pertama di Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur: Perempuan Bukan Lagi Pelengkap

Ia mengakui banyak pekerja perempuan di Kolaka Timur utamanya kaum petani.

"Kami sudah punya kelompok tani wanita yang dibentuk Dinas Pangan, ini dikoordinasi dengan tim penggerak PKK. Sebagai bupati yang harus dilakukan tinggal memberi suport anggaran dan kebijakan," bebernya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved