Kecelakaan Maut Mahasiswa UHO

Mahasiswanya Terlibat Kecelakaan Maut, Rektor UHO Prof Zamrun Merasa Sangat Kehilangan

Hamdan mengatakan, selaku Rektor UHO, Prof Zamrun tampak menangis ketika pertama kali mendapat informasi kejadian itu.

Penulis: Risno Mawandili | Editor: Laode Ari
Muhammad Ridwan Kadir/TribunnewsSultra.com
6 karangan bunga ucapan duka bagi para mahasiswa yang meninggal dunia seusai terlibat kecelakaan mobil di Bombana. Karangan bunga tersebut terpasang di areal parkiran gedung Program Pendidikan Vokasi (D3) Teknik Mesin. Selasa (8/6/2021). 

Empat jam melakukan kunjungan di pabrik gula yang diresmikan Presiden Jokowi, rombongan bergegas pulang ke Kendari, sekira pukul 15.00 wita

Sebanyak 3 mobil jalan beriringan menuju pulang saat itu.

Avanza maut itu berada paling belakang dengan kecepatan sekitar 80 kilometer per jam.

Mobil avanza bernomor plat DT 1536 TE bermuatan 9 orang mahasiswa angkatan 2019.

Tiga mahasiswa duduk di depan, 3 di tengah dan 3 di belakang.

Miner yang menumpang di mobil lain, menyaksikan Avanza warna hitam penumpang korban meninggal dunia menyenggol pohon.

"Mobil mereka berada paling belakang tiba-tiba bannya pecah, sekitar 50 meter dari pohon di depannya. Lalu mobil oleng. Bagian samping mobil menabrak pohon, seandainya tidak ada pohon jatuh ke sawah," kata Miner menambahkan.

Meninggal di Tempat

Detik-detik kecelakaan maut 9 mahasiswa Program Pendidikan Vokasi, Jurusan D3 Teknik Mesin Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Dalam kecelakaan ini, 5 dari 9 penumpang mobil tewas di tempat, akibat hantaman keras mobil yang dikendarai usai menabrak pohon di pinggir jalan.
Detik-detik kecelakaan maut 9 mahasiswa Program Pendidikan Vokasi, Jurusan D3 Teknik Mesin Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Dalam kecelakaan ini, 5 dari 9 penumpang mobil tewas di tempat, akibat hantaman keras mobil yang dikendarai usai menabrak pohon di pinggir jalan. (Handover)

Setelah kecelakaan itu, Miner dan rombongan yang tumpangi mobil lainya langsung turun memberi pertolongan.

Tetapi naas, 5 korban sudah meninggal dunia di lokasi kecelakaan 1 meninggal dunia di Rumah Sakit Bahteramas di Kota Kendari.

Miner tidak tahu persis waktu peristiwa naas itu, tetapi ketika sopir sadarkan diri dia melihat jam menunjuk, pukul 21.00 WITA.

Miner merincikan, selain korban meninggal juga ada korban patah paha.

Bahkan, perut mahasiswa yang menjadi sopir memar dan akibat benturan.

"Yang di tengah dan di belakang (meninggal dunia), tiga orang di depan selamat. Satu orang di depan, sudah dijemput omnya, satu di depan patah pahanya, sopir bengkak perutnya, satunya lagi lehernya bengkak," rincinya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Risno Mawandili) 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved