Breaking News:

Berita Kendari

Perekonomian Sultra Meningkat, BI Kembangkan UMKM Daerah Melalui Pertanian di Koltim dan Kolut

Bank Indonesia menyatakan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Triwulan II 2021 akan lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Laode Ari
Amelda Devi/TribunnewsSultra.com
Bincang Bareng Media (BBM) yang diadakan secara seminggu virtual oleh Bank Indonesia Sulawesi Tenggara, pada Rabu (2/6/2021). 

Ia berharap daerah binaan tersebut bisa mandiri seperti di daerah Buton Utara, yang menjadi daerah binaan BI dan kini telah mandiri serta ditangani pemerintah daerah setempat terkait pemasaran produk organik tersebut.

Klaster Bawang Merah di Kabupaten Kolaka Utara

Bimo mengatakan bawang merah merupakan salah satu komoditas yang sering menjadi penyumbang inflasi di Sultra, lantaran produksi dalam daerah masih terbatas.

Namun pengembangan tetap dilakukan guna meningkat perekonomian yang lebih baik.

Salah satunya juga melalui pengembangan klaster bawang merah di Kabupaten Kolaka Utara, yang telah menjadi daerah binaan BI Sultra sejak tahun 2017.

BI Sultra bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Kolaka Utara melalui penandatangan MoU sejak 19 Desember 2017.

Melaksanakan program pengembangan klaster bawang merah di Desa Totallang, guna mendorong peningkatan produksi bawang merah.

Selain mendorong percepatan peningkatan produksi, peningkatan kapasitas SDM petani bawang merah, juga didukung dengan teknologi di bidang budidaya bawang merah.

Sebagai upaya BI untuk mendorong pengembangan bawang merah, melalui pemberian Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), juga memberikan fasilitas berupa rumah produksi pupuk dan rumah bibit.

Rumah produksi tersebut dilengkapi dengan teknologi ozon yang mampu meningkatkan kualitas bibit dan produk bawang merah.

Hal itu bertujuan mendukung desa mandiri pupuk dan bibit untuk mempercepat ekosistem pengembangan bawang merah di Kabupaten Kolaka Utara.

"Tadinya dalam 1 tahun mereka hanya mampu 1 kali panen, kali ini dalam 1 tahun bisa 3 kali panen," ujarnya.

Pada program pengembangan bawang merah tersebut, terdapat peningkatan panen atau produksi total bawang merah, sebesar 110 persen dari sebelumnya yang tercatat sebesar 7 ton per ha menjadi 14,7 ton per ha.

Selain itu, juga terjadi penurunan biaya produksi hingga 35 persen, dari Rp62 juta per ha menjadi Rp40 juta per ha.

Hal ini berintegrasi juga dengan peternakan, dimana kapasitas produksi pupuk organik berbahan baku limbah ternak saat ini sebesar 15 ton per bulan dan telah memperoleh sertifikasi produk pupuk organik dari Balai Besar Pertanian Makassar pada tahun 2019.

Masyarakat juga telah memproduksi bibit berkualitas dan bersertifikasi dari Badan Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Sultra.

Produksi bibit tersebut berkapasitas rata-rata 12 ton per siklus tanam atau dalam 1 tahun atau sekitar 23,07 persen kebutuhan benih per siklus tanam.

Produksi pupuk organik berbahan baku limbah ternak saat ini sebesar 15 ton per bulan dan telah memperoleh sertifikasi produk pupuk organik dari Balai Besar Pertanian Makassar pada tahun 2019. (*)

(Tribunnewssultra.com/Amelda Devi Indriyani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved