Demo Mahasiswa Unilaki
Begini Awal Mula 10 Mahasiswa Unilaki di Konawe hingga Mendapat Skorsing Pihak Kampus
Rifal mengungkapkan, surat skorsing yang diterimanya bersama sembilan mahasiswa lainnya itu bermula saat unjuk rasa pada Tanggal 5-8 Mei 2021 lalu.
Penulis: Arman Tosepu | Editor: Laode Ari
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - Kordinator Lapangan (Korlap) aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Lakidende, Rifal, menceritakan awal mula 10 mahasiswa yang diskorsing.
Rifal mengungkapkan, surat skorsing yang diterimanya bersama sembilan mahasiswa lainnya itu bermula saat unjuk rasa pada tanggal 5-8 Mei 2021 lalu.
Rifai merupakan satu dari mahasiswa yang mendapat sanksi skorsing dari pihak rektorat Kampus Unilaki.
Pihak Kampus yang berada di Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) itu, memberikan sanksi karena diduga para mahasiswa itu melanggar.
"Kami hanya meminta kepada rektor menjelaskan mengapa dari 2018 tidak ada ini pembangunan Universitas Lakidende," ungkap Rifal kepada Tribunnewssultra.com, Jum'at (28/5/2021).
Baca juga: Kronologi Sopir Truk di Morosi Konawe Tikam Kepala Pengawasnya, Pelaku Sakit Hati Dimarahi
Menurutnya, pembangunan itu seharusnya dilakukan pihak kampus maupun pengelola yakni Yayasan Lakidende Razak Porosi.
Pasalnya, mahasiswa selama itu dibebankan membayar uang pembangunan.
"Hari pertama kami ditemui tapi pihak WR (Wakil Rektor) III sendiri yang mengatakan silahkan kami boikot kampus dan itu disaksikan sama teman-teman," lanjut Rifal.
Bahkan, pernyataan Wakil Rektor III Unilaki, Abu Rahman disaksikan oleh pihak keamanan kampus.
Ia menjelaskan, meskipun surat skorsing itu tetap dilanjutkan oleh rektor, Ia meminta agar kesepuluh mahasiswa yang diskor juga dimintai klarifikasi.
Unjuk Rasa hingga Boikot Kampus

Puluhan mahasiswa Universitas Lakidende (Unilaki) menggelar unjuk rasa di kampus tersebut.
Dari pantauan TribunnewsSultra.com, Awalnya, mahasiswa hanya berorasi di atas mobil serta membakar beberapa ban mobil bekas.
Jelang sekira pukul 11:00 Wita, sebagian mahasiswa kemudian menuju ruang-ruang belajar kampus.
Baca juga: Waspada, Puluhan Juta Duit 2 Warga Konawe Raib Usai Ditelepon Polisi Gadungan, Kebocoran Data
Diduga, rektor yang tak ada ditempat membuat puluhan mahasiswa ini mengeluarkan kursi dari ruangan.