Berita Konawe
Waspada, Puluhan Juta Duit 2 Warga Konawe Raib Usai Ditelepon Polisi Gadungan, Kebocoran Data
Lantaran, menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Onembute gadungan, Kabupaten Koltim, Sultra.
Penulis: Arman Tosepu | Editor: Fadli Aksar
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - Puluhan juta duit warga Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) raib gegara mempercayai polisi gadungan.
Dua warga tersebut menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Onembute, Kabupaten Konawe, Provinsi Sultra lalu mentransfer uang.
Kedua warga tersebut adalah Rina Silviana warga Desa Trimulya, dan Risky asal Desa Silea, Kecamatan Onembute.
Kepala Kepolisian Sektor ( Kapolsek) Onumbute IPDA Syamsul Marlin mengatakan, upaya mengatasnamakan dirinya adalah modus kejahatan.
Baca juga: Satu Kantor Polsek di Kolaka Timur Bertambah, IPTU Ferry Pangandaheng Jadi Kapolsek
Kepada dirinya korban Rina Silvani mengaku ditelepon seseorang yang mengaku sebagai Kapolsek Onembute.
Rina yang diketahui sebagai pengusaha agen BRIlink tanpa merasa curiga terhadap pelaku penipuan tersebut mengirim uang sebesar Rp30 juta ke nomor rekening 0184 010506973 506 atas nama Harisma Priwilasari.
"Korban telah melaporkan kejadian penipuan tersebut ke Polsek Rate-rate. Transaksinya di wilayah hukum Polsek Rate-rate, jadi melapor ke sana," kata IPDA Syamsul Marlin saat dihubungi melalui WhatsApp, Rabu (26/5/2021).
Selain itu, korban lainnya yang berasal dari Desa Silea, Kecamatan Onembute, Risky menderita kerugian sebesar Rp5 juta.
Risky menjadi korban dengan modus kejahatan yang sama.
"Saya sudah konfirmasi juga pak desa dan pemilik BRIlink itu kalau mau melapor langsung ke polsek saja kami terima laporannya," katanya.
Saat mendapat informasi tindak pidana penipuan melalui telepon tersebut, IPDA Syamsul Marlin mengatakan pihaknya langsung mengidentifikasi pelaku.
Lokasi titik pelaku berada di Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
Sedangkan nomor rekening yang digunakan pelaku ada dua jenis yakni rekening BRI dan Mandiri.
"Nama yang berbeda tapi alamatnya juga sama satu di Sumatera Selatan (Sumsel) satu di Sumatera Utara (Sumut)," katanya.
Ia sempat menduga, peristiwa penipuan ini akibat adanya kebocoran data pribadi.