Demo Mahasiswa Unilaki

Begini Awal Mula 10 Mahasiswa Unilaki di Konawe hingga Mendapat Skorsing Pihak Kampus

Rifal mengungkapkan, surat skorsing yang diterimanya bersama sembilan mahasiswa lainnya itu bermula saat unjuk rasa pada Tanggal 5-8 Mei 2021 lalu.

Penulis: Arman Tosepu | Editor: Laode Ari
Arman Tosepu/Tribunnewssultra.com
Kordinator Lapangan (Korlap) aksi unjuk rasa mahasiswa Unilaki, Rifal, saat menceritakan awal mula dirinya dan 9 rekannya mendapat sanksi skorsing dari pihak kampus, Jumat (28/5/2021). 

Bahkan, pihak keamanan kampus ungu ini tidak mampu berbuat banyak.

Mahasiswa lalu menyisir satu persatu ruangan kampus. Di bagian kelas mahasiswa fakultas Bahasa dan Sastra Indonesia terdapat satu kelas yang sedang menerima mata kuliah.

Mahasiswa yang berunjuk rasa itupun memaksa agar proses belajar itu dihentikan.

Sebelumnya, Kordinator Lapangan (Korlap) aksi unjuk rasa mahasiswa itu, Rifal mengatakan pihaknya mendesak agar rektor Unilaki, Dr H Rostin mencabut Surat Keputusan (SK) skorsing terhadap 10 mahasiswa.

"Meminta pihak universitas dalam hal ini rektor untuk mencabut surat skorsing yang tidak mendasar itu," kata Kordinator Lapangan (Korlap) aksi mahasiswa, Rifal, Jum'at (28/5/2021).

Ia menuding, surat skorsing yang telah dikeluarkan pihak rektorat itu tidak sesuai prosedur.

Menurutnya, 10 mahasiswa yang diskorsing tersebut dituding pihak rektorat melakukan pelanggaran.

Namun, 10 mahasiswa itu juga sebelum di skorsing tidak pernah dimintai klarifikasi oleh pihak rektorat.

"Ini seperti keputusan diskriminasi," katanya.

Hingga berita ini terbit, pihak rektorat Unilaki belum memberikan respon terkait aksi unjuk rasa mahasiswa ini.(*)

(TribunnewsSultra.com/Arman Tosepu)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved