Pilrek UHO
Balon Rektor UHO Kendari Dr Eng Jamhir Beberkan Rendahnya Kualitas Penelitian Dosen
Hal itu disampaikan saat Jamhir memaparkan visi misi yang disiarkan langsung lewat akun youtube UHO Kendari.
Penulis: Risno Mawandili | Editor: Fadli Aksar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/2242021-jamhir-universitas-halu-oleo.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Bakal calon (Balon) Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Dr Eng Jamhir Safani SSi MSi, membeberkan rendahnya kualitas penelitian.
Hal itu disampaikan saat Jamhir memaparkan visi misi yang disiarkan langsung lewat kanal youtube UHO Kendari.
Menurutnya, terdapat 8 poin persoalan mendasar di UHO Kendari yakni, rendahnya kemampuan dosen dan tenaga kependidikan yang menguasai satu bahasa asing.
Belum ada program studi dari laboratorium bersertifikasi internasional.
Baca juga: Bersyukur Diloloskan Kemendikbud, Dr Eng Jamhir Segera Setor Materi Visi Misi ke Panitia Pilrek UHO
Baca juga: Dr Eng Jamhir Diloloskan, 8 Kandidat Balon Rektor UHO Adu Visi Misi Setelah Lebaran Idul Fitri 2021
Produktivitas dosen dalam melahirkan karya ilmiah yang terpublikasi di jurnal terakreditasi nasional dan jurnal internasional bereputasi masih rendah.
Belum terbangunnya pusat-pusat unggulan dan inovasi bisnis sebagai sumber pendapatan tambahan institusi.
Belum terbangunnya ruang kerja dosen yang kondusif terutama pada guru besar.
Rasio dosen dan mahasiswa masih dibawah ketentuan nasional.
Tenaga analis, laboran, dan pustakawan, memiliki sertifikat kompetensi belum memadai dibanding jumlah laboratorium dan perpustakaan.
Hingga, pemanfaatan sumber daya fisik yang dimiliki belum memadai.
Kata Jamhir, masalah mendasar ini bikin UHO Kendari sulit bersaing dengan perguruan tinggi negeri lain di tingkat nasional.
"Masalah mendasar ini memuat Universitas Halu Oleo kesulitan bersaing, baik itu di tingkat akademik maupun alumni yang dihasilkan," ujarnya.
Ia memaparkan, ada beberapa cara untuk solusi masalah mendasar tersebut.
Mulai dari peningkatan dana riset hingga 30 persen, merevitalisasi peran kelompok keahlian dosen, hingga peningkatan keterlibatan dosen dalam publikasi jurnal ilmiah.
Baca juga: Pilrek UHO Dilanjutkan, Pembacaan Visi-Misi 18 Mei 2021, Diikuti Prof Zamrun dan Dr Eng Jamhir
Baca juga: Cerita Jamhir: Mikrofon Dimatikan, Rapat Senat Pemilihan Rektor Universitas Halu Oleo Tak Kondusif
"Dibuat kelompok keahlian, kemudian dana 30 persen tadi dibagikan kepada setiap kelompok yang dipimpin guru besar atau lektor senior," ujarnya.