Breaking News

Donasikan 100 Unit Laptop & Sarana Akses Internet, XL Axiata Salurkan kepada 12 Pondok Pesantren Ini

PT XL Axiata (XL Axiata) baru-baru ini menyalurkan donasi 100 unit laptop dan sarana akses internet untuk 12 pondok pesantren di sejumlah daerah.

Istimewa
Regional Group Head Central Region XL Axiata, Bambang Parikesit (dua kiri) bersama Pimpinan dan Perwakilan Pondok Pesantren Al Huda, H. Aunullah A’la Habib. Lc (dua kanan) di Boyolali, Selasa (4/5/2021). 

5. Pondok Pesantren Al Falah, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah

6. Pondok Pesantren Al Ikhsan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah

7. Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Kabupaten Malang, Jawa Timur

8. Pondok Ponpes Al Utsmaniyah, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

9. Pondok Pesantren Al Ashr, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

10. Pondok Pesantren Bina Ilmi, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

11. Pondok Pesantren Insan Quran Mulia, Nusa Tenggara Barat

12. Pondok Pesantren Al Ishlah, Gorontalo

Baca juga: Mudik di Sulawesi Tenggara Dilarang, KSOP Kendari Malah Sediakan 29 Kapal untuk Angkut Pemudik

Baca juga: Pengunjung Masjid Al Alam Kendari Keberatan Pungutan Infaq Rp5 Ribu, Apalagi Jika Tidak Transparan

Selain laptop, kepada para penerima donasi, XL Axiata juga memberikan sarana akses internet.

Bahkan, mereka juga akan mendapatkan program lanjutan berupa pelatihan sejumlah keahlian digital, seperti cara memanfaatkan media sosial untuk promosi produk, fotografi, serta membuat konten digital yang efektif.

Dalam penyaluran donasi ini, XL Axiata bekerja sama dengan Benihbaik.com.

Seperti diketahui, salah satu fokus pemberdayaan masyarakat yang digagas XL Axiata adalah mendigitalkan masyarakat Indonesia.

Program-program yang terkait dengan visi tersebut sudah banyak diimplementasikan antara lain melalui program Sisternet, Laut Nusantara, dan Gerakan Donasi Kuota.

Program peningkatan literasi digital sudah XL Axiata laksanakan sejak 2019 ke berbagai kalangan masyarakat.

Menurut Dian, kehadiran teknologi digital di tengah-tengah masyarakat merupakan bagian dari gerak zaman, yang tidak bisa dihindari.

"Tidak mungkin dilawan atau dihentikan. Agar kita tidak terlindas, maka yang bisa kita lakukan adalah menyesuaikan diri dan memanfaatkannya agar membawa kebaikan bagi kita," jelas Dian.

Saat ini infrastruktur digital sudah tersebar hingga ke pelosok-pelosok pedesaan, dan akan terus meluas agar bisa menjangkau semua penduduk Indonesia. (*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved