Jelang Mudik Lebaran, 4 Kapal Disiapkan Melayani Rute Kendari, Bau-Bau dan Raha
Jelang mudik lebaran 2021, perusahan penyedia jasa angkutan laut di Pelabuhan Nusantara Kota Kendari menyiapkan 4 armada kapal penyeberangan.
Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Laode Ari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/pelabuhan-bungkutoko-kendari.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Jelang mudik Lebaran 2021, perusahan penyedia jasa angkutan laut di Pelabuhan Nusantara Kota Kendari menyiapkan 4 armada kapal penyeberangan.
Seperti PT Pelayaran Dharma Indah menyiapkan empat armada kapal laut di Pelabuhan Nusantara Kendari, rute Kendari-Raha-Baubau.
Ada 3 unit armada kapal disiapkan PT Pelayaran Dharma Indah.
Namun ada 1 penambahan armada kapal untuk mengantisipasi jumlah lonjakan penumpang.
“Saat ini ada 3 kapal yakni Bahari 5e, Pricilia Ekspres dan Bahari 6e. Rencana akan ada 1 armada kapal tambahan yaitu Priclia 66 jika dibutuhkan,” kata Kepala operasional Pelayaran Dharma Indah, Sardif saat dihubungi, Rabu (28/4/2021).
Baca juga: Mudik Lebih Awal, Pelabuhan Bungkutoko Kendari Sulawesi Tenggara Dipadati Pemudik
Baca juga: Jelang Mudik Lebaran 2021, Bandara Haluoleo Masih Beroperasi Normal, Tak Ramai Penumpang
Pertengahan Ramadan saat ini kondisi penumpang di Pelabuhan Nusantara Kendari masih keadaan normal.
Selain itu adanya kebijakan pemerintah terkait pengurangan jumlah kapasitas kapal sekitar 50 persen.
“Keadaanya masih normal apalagi muncul himbauan pembatasan jumlah penumpang tiap kapal. Seperti kapasitas 1 kapal sekira 600 penumpang dikurangi setengah. Aturan ini merugikan kami karena ongkos bahan bakar tidak sesuai," katanya.
Untuk penerapan protokol kesehatan (Prokes), saat ini pihak perusahaan masih berkordinasi dengan KSOP Kendari dan KKP Kendari.
“Menunggu instruksi KSOP. Soal protokol Covid-19, tiap hari kapal yang berangkat mulai dari kapten sampai ABK diperiksa kesehatannya, sehingga bisa melakukan penyebrangan,” ujar Sardif.
Masyarakat Bertekad Mudik Idul Fitri 2021
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan bahwa pemerintah terus menyerukan larangan mudik bagi masyarakat pada lebaran Idul Fitri 2021.
Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan, kata Doni, masih ada 7 persen masyarakat yang nekad mudik meski telah ada larangan.
Baca juga: Kapolsek Kawasan Pelabuhan Kendari Belum Tahu Mekanisme Mudik Lebaran
Baca juga: Cerita Warga Kendari Masih Bingung Terkait Kebijakan Mudik Lebaran 2021
Angka tersebut, kata Doni, turun dari sebelumnya 11 persen berdasarkan survei Kemenhub.
"Setelah mudik dilarang menjadi 11 persen, dan setelah bapak presiden umumkan menjadi 7 persen," kata Doni usai rapat terbatas dengan Presiden dikutip dari Tribunnews.com.