Tilang Elektronik di Kendari
Ini Penyebab Penerapan E-Tilang di Kendari Ditunda, Warga Nilai Sosialisasi ETLE Belum Maksimal
Penerapan tilang eletronik alias Electronic Traffic Law Enforcement/ ETLE di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara mengalami penundaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/kamera-tilang-elektronik.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Penerapan tilang eletronik alias Electronic Traffic Law Enforcement/ ETLE di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara mengalami penundaan.
Awalnya, penerapan tilang eletronik di Kota Kendari dijadwalkan terlaksana pada 27 April 2021.
Namun, penerapan ETLE tersebut ditunda hingga Mei 2021 mendatang.
Kanit Dikyasa Satlantas Polres Kendari IPDA Andi M Nurfadli, mengatakan Kepala Kepolisian (Kapolri) Republik Indonesia, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memberi arahan pengunduran penerapan ETLE.
"Diundur jadi bulan depan (Mei 2021)," ujar IPDA Nurfadli, Minggu (25/4/2021), lewat pesan singkat.
Kata dia, penyebab penundaan penerapan ETLE karena belum siapnya beberapa kepolisian daerah di wilayah Indonesia.
Ia melanjutkan, saat ini dari total 16 lokasi, telah terpasang CCTV di 14 lokasi di Kota Kendari.
"Sudah 14 terpasang dari 16 lokasi yang ditarget di Kota Kendari," bebernya.
Baca juga: Usai Resmi Menjabat Bupati Konawe Selatan, Surunuddin: Tak Pakai 100 Hari Kerja
Baca juga: SAH! Ruksamin-Abu Haera Resmi Jabat Bupati dan Wakil Bupati Konawe Utara Periode 2021-2024
Tanggapan Polda Sultra
Kabid Humas Polda Sultra Kombes Pol Ferry Walintukan, menuturkan, Polda Sultra telah siap menerapkan ETLE.
Sampai saat ini tidak ada kendala teknis yang berarti.
"Secara teknis sudah siap. Sampai saat ini tidak ada kendala yang berarti di lapangan," ujar Ferry lewat panggilan telepon, Minggu (25/4/2021) malam.
Ia melanjutkan, saat ini Polda Sultra tinggal menunggu instruksi berikutnya dari Mabes Polri.
Meski demikian, Ferry menyebut koordinasi antar Forum Pimpinan Kepala Daerah (Forkopimda) sangat perlu agar penerapan ETLE di Kota Kendari berhasil.
"Soal mengapa baru 14 kamera CCTV terpasang. Itukan ada kesepakatan dengan Forkopimda, kemungkinan ada miskomunikasi. Hanya soal ini nanti saya informasikan lagi kebenarannya," beber Ferry.