Jalan Rusak di Sulawesi Tenggara
Alasan Jalan Andoolo-Tinanggea Konawe Selatan Tak Dibenahi, Anggaran Minim, Tidak Masuk Prioritas
Pemprov Sultra yang kehabisan anggaran, hanya mampu mengupayakan perbaikan sementara, menimbun untuk menutup kubangan dan lubang di jalan tersebut.
Penulis: Risno Mawandili | Editor: Laode Ari
TRIBUNNEWSSULTRA.COM,KENDARI - Kerusakan Jalan Poros Andoolo-Tinanggea, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, tak kunjung dibenahi.
Bahkan, meski warga telah melakukan aksi protes, memblokade jalan dengan tanam pohon pisang dan dihalau dengan batu gajah, tetap saja upaya itu tak buat jalan di ibu kota Kabupaten Konawe Selatan, diaspal.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara yang kehabisan anggaran, hanya mampu mengupayakan perbaikan sementara, menimbun untuk menutup kubangan dan lubang di jalan tersebut.
Ketua Komisi III, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Sulawesi Tenggara, Suwandi Andi, menurutkan, Jalan Poros Andoolo-Tinanggea tak dianggarkan untuk perbaikan tahun 2021 karena bukan skala prioritas.
"Poros Andoolo-Tinanggea itu, tidak menjadi skala prioritas pada saat pembahasan anggaran di 2021," ujar Suwandi lewat panggilan telepon, Rabu (7/4/2021) malam.
Baca juga: Dinas Bina Marga Sultra Akui Masih Banyak Jalan Rusak, Anggaran Hanya Rp300 Juta
Baca juga: Perbaikan Jalan Andoolo-Tinanggea Diusul di APBD Perubahan 2021, DPRD Sultra: Tak Ada Pilihan Lain
Baca juga: Kadis Bina Marga Sultra: Jalan Rusak Tak Bisa Diperbaiki Secepat Membalikkan Telapak Tangan
Ia melanjutkan, karena bukan skala prioritas maka perbaikan Jalan Poros Andoolo-Tinanggea tak diusulkan pada pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021.
Pada APBD 2021, jalan di Kabupaten Konawe Selatan kebagian hanya Poros Tinanggea-Lalemboo sebesar Rp7 Miliar.
Sementara jalan Motoha-Angata, kata Suwandi, dibawah Rp7 Miliar.
Suwandi menjelaskan, memilih dua jalan tersebut untuk diperbaiki karena jalur terputus.
Terlebih, jalur itu merupakan akses utama distribusi logistik dari Makassar ke Sulawesi Tenggara.
"Jadi dua jalan itu aksesnya terputus Sungai Konaweha. Sementara dua akses itu merupakan jalur logistik," urai Suwandi.
Lebih rinci, ia menjelaskan, pada 2021 APBD tersisip untuk perbaikan jalan hanya sekira Rp37 Miliar.
Duit itu, tersebar di 17 kabupaten kota se-Sulawesi Tenggara, minus Buton dan Wakatobi.
"Kita bicara ini di kemampuan APBD, Kolaka Timur, Konawe, dapat. Bagimana Konsel? dapat, bagaimana Butur dapat, bagaimana Muna Poros Raha-Lakapera, dapat, yang tidak dapat itu sedikit pun hanya Wakatobi dan Buton," urai Suwandi.
Dari semua pebagian itu, menurut Suwandi, Gubernur Ali Mazi sudah proporsional.