Jalan Rusak di Sulawesi Tenggara
Alasan Jalan Andoolo-Tinanggea Konawe Selatan Tak Dibenahi, Anggaran Minim, Tidak Masuk Prioritas
Pemprov Sultra yang kehabisan anggaran, hanya mampu mengupayakan perbaikan sementara, menimbun untuk menutup kubangan dan lubang di jalan tersebut.
Penulis: Risno Mawandili | Editor: Laode Ari
Mereka juga sudah menurunkan tim untuk mengidentifikasi lapangan.
Ketika hasil identifikasi ada jalan berlubang yang tak bisa dilalui kendaraan maka pihaknya akan fokus di situ terlebih dahulu.
Dinas SDA dan Bina Marga berjanji akan segera mengatasi masalah itu.
Namun, upaya perbaikan harus melewati mekanisme anggaran dengan mengusulkan ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKD).
"Ketika usulan tersebut disetujui maka secepatnya kami akan memperbaiki jalan tersebut," katanya.
Protes Warga
Sebelumnya, masyarakat Konsel menanam puluhan pohon pisang, di tengah jalan, mulai dari Desa Watumerembe, Kecamatan Palangga, Desa Lalowatu, dan Desa Lalonggasu Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konsel.
Warga juga memutus akses jalur transportasi darat yang menguntungkan 5 kabupaten, Konawe Selatan, Bombana, Konawe, Kolaka Timur dan Kota Kendari.
Badan jalan ditutup dengan gundukan tanah dan bongkahan batu besar, sehingga kendaraan roda empat tak bisa melintas, sejak Minggu (4/4/2021).

Akibatnya, pengendara roda empat harus mencari jalan alternatif untuk bisa sampai ke tempat tujuan.
Kepsek SD 11 Tinanggea Rugaena bercerita setiap hari melintas di jalan rusak itu, bahkan pernah mengalami kecelakaan.
"Ketika hujan jalan tergenang, karena lubang tertutup air saya jatuh, velg sampai bengkok, lutut lecet," kata Rugaena, Rabu (7/4/2021).
Rugaena merupakan warga Lalonggasu, Kecamatan Tinanggea, jarak rumah dengan sekolah sejauh lima kilometer.
Dirinya tak bisa menghindari dan harus menikmati jalan rusak tersebut setiap hari sejak 2019.
Diperbaiki saat Presiden Datang