Jalan Rusak di Sulawesi Tenggara

Curhatan Bu Kepsek SD di Konawe Selatan Jatuh di Jalan Rusak, Lutut Lecet: Kenyang Makan Janji

Pohon pisang ditanam mulai dari Desa Watumerembe, Kecamatan Palangga, Desa Lalowatu, dan Desa Lalonggasu kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konsel.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Fadli Aksar
(Fadli Aksar/TribunnewsSultra.com)
Kepala SD 11 Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Rugaena curhat setiap hari melintas di jalan rusak Desa Lalowatu, Kecamatan Tinanggea, pernah mengalami kecelakaan. 

Dia berharap pemerintah agar pemerintah segera merespon aksi mereka namun bukan dengan janji yang sama, tapi perbaikan jalan yang nyata.

Tambal Sulam saat Presiden Datang

Warga Desa Watumerembe, Kecamatan Palangga, Supri (45) mengatakan, jalan rusak sempat diperbaiki saat Pemerintah Pusat dari Jakarta datang ke Konawe Selatan.

Bahkan, sebelum kedatangan Presiden Joko Widodo untuk meresmikan pabrik gula di Kabupaten Bombana, 22 Oktober 2020 lalu, jalan sempat ditimbun.

JALAN RUSAK -
JALAN RUSAK - Kondisi jalan rusak di Desa Watumerembe, Kecamatan Palangga, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Jalan rusak sempat diperbaiki dengan tambal sulam pakai material tanah saat Pemerintah Pusat dari Jakarta datang, bahkan, sebelum kedatangan Presiden Joko Widodo untuk meresmikan pabrik gula di Kabupaten Bombana, 22 Oktober 2020 lalu. (Fadli Aksar/TribunnewsSultra.com)

Baca juga: Warga soal Kerusakan Jalan Andoolo-Tinanggea Konawe Selatan: Mengapa Dekat Ibu Kota, Tak Diperbaiki

Baca juga: BREAKINGNEWS: Protes Warga Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan Andoolo-Tinanggea Konawe Selatan

Pemerintah setempat menimbun lubang jalan itu menggunakan material tanah, bukan aspal.

"Tapi ternyata Jokowi naik helikopter, tidak jadi lewat sini," katanya, Rabu (7/4/2021).

Tanah timbunan penutup lubang itu hanya bertahan beberapa hari, apalagi saat hujan mengguyur Konawe Selatan dan sekitarnya, jalan kambali rusak.

Supri menyebut, di jalan tersebut sering terjadi kecelakaan tunggal, baik dialami pengendara dari daerah lain, maupun warga setempat sendiri.

Para warga akhirnya bersepakat menanam puluhan pohon pisang sebagai bentuk protes mereka kepada pemerintah.

"Kalau perlu sampai pohon pisang ini berbuah, kami tidak akan cabut selama belum diaspal," katanya.(*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved