Breaking News:

BI Sultra Gagas TP2DD Bantu Pemerintah Cegah Pungli, Kebocoran Keuangan Daerah Lewat Digital

Hal ini untuk menciptakan ekosistem ekonomi keuangan digital yang terintegrasi sebagai terobosan baru di masa pandemi Covid-19.

Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Fadli Aksar
(Amelda Devi Indriyani/TribunnewsSultra.com)
Kepala Perwakilan (KPw) BI Provinsi Sultra Bimo Epyanto. Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggagas Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2D). Hal ini untuk menciptakan ekosistem ekonomi keuangan digital yang terintegrasi sebagai terobosan baru di masa pandemi Covid-19. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggagas Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

Hal ini untuk menciptakan ekosistem ekonomi keuangan digital yang terintegrasi sebagai terobosan baru di masa pandemi Covid-19.

BI Sultra menggaet Bank Sultra sebagai penyedia infrastruktur elektronisasi transaksi keuangan pemerintah.

Kepala Perwakilan (KPw) BI Provinsi Sultra Bimo Epyanto mengatakan TP2DD ini akan menyusun program kerja dan langkah pemerintah bisa dengan mudah menerapkan elektronikfikasi.

Baca juga: Apa Itu OJK? Ambil Alih Tugas Bank Indonesia dan Kemenkeu, Kini Dapat Tugas Perlindungan Konsumen

Baca juga: VIRAL Kisah Erlita Dewi Diceraikan Bos Bank Gegara Pelakor, Kini Putrinya Meninggal Diduga Tak Wajar

Lewat digitalisasi pemerintah dapat mengurangi kebocoran serta pungutan liar (pungl) yang mungkin terjadi.

"Karena dengan teknologi digital akan lebih mudah bagi pemerintah daerah tadi untuk memperluas penerimaan pajak, retribusi nya, bisa menekan kebocoran," katanya, di Kendari, Senin (5/4/2021).

Pemerintah juga akan mudah memonitor penerimaan keuangan daerah setiap hari.

Selain itu, penggunaan teknologi digital ini merupakan langkah mempermudah aktivitas masyarakat yang selama pandemi, pertemuan masyarakat sempat dilarang.

"Lebih mudah lagi dengan perangkat ataupun teknologi digital itu sehingga akan menciptakan suatu ekosistem ekonomi dan keuangan yang baik," jelasnya.

Baca juga: Juli 2021 Tatap Muka di Sekolah, Nadiem Minta Pemerintah Daerah Prioritaskan Guru untuk Divaksin

Baca juga: Uang Jutaan Keluar Sendiri dari Mesin ATM, Anggota TNI Bikin Pengumuman hingga Kembalikan ke Bank

Bimo juga berharap hal ini bisa meningkatkan tata kelola anggaran, khususnya penerimaan.

Melalui penggunaan teknologi digital pemerintah daerah dapat mengoptimalkan pendapatan hasil daerah.

"Nanti akan meningkatkan kemandirian fisikalnya yah karena pendapatan hasil daerahnya ini akan bisa meningkat," jelasnya.

Dalam hal mendukung terciptanya ekosistem itu, BI Sultra juga telah bekerjasama dengan Link Aja dan pemerintah Kota Kendari untuk menyediakan fasilitas pembayaran digital.(*)

(Amelda Devi Indriyani/TribunnewsSultra.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved