Apa Itu 7-OH-CBD? Senyawa Tanaman Ganja Berpotensi Hambat Replikasi Virus Corona
7-OH-CBC yang disebut dapat menghambat proses pembiakan virus corona di dalam paru-paru manusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/daun-ganja.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM – Senyawa tanaman ganja disebut berpotensi menghambat replikasi virus corona SARS-CoV-2, pengakibat pandemi Covid-19 hingga saat ini masih melanda dunia.
Adalah 7-OH-CBC yang disebut dapat menghambat proses pembiakan virus corona di dalam paru-paru manusia.
Baca juga: Intip Kuliner hingga Tenunan Khas Sulawesi Tenggara di Pameran PKK ke-49, Ada Keripik Anti Covid-19
Baca juga: 8 Negara di Eropa Hentikan Vaksin AstraZeneca, Wali Kota Kendari Tunggu Kebijakan Pemerintah Pusat
Baca juga: 250 Personel Polres Konawe Jalani Vaksinasi Covid-19 Secara Serentak
Dilansir dari NasinalGeographic.grid.id, Peneliti Marsha Rosner dari University of Chicago di Illinos dan rekan-rekannya menemukan, metabolisme Cabinnabidiol (BCD) yaitu 7-OH-CBD- secara kuat mampu memblokir replikasi atau proses memperbanyak diri SARS-CoV-2 di sel epitel paru. Senyawa ganja terebut mampu mengambat ekspresi gen virus corona dan membalikan banyak efek virus tersebut pada trasnkripsi gen inanng.
Perlu diketahui laporan studi ini masih dalam proses pree-reviuw atau proses penyesuaian naskah ilmiah hasil penelitian. Tetapi versi preprint atau publikasi formal makalah penelitian ini sudah tersedia di website bioRxiv.
“Studi ini menyoroti CBD, dan metabolit aktifnya, 7-OH-CBD, sebagai agen pencegahan potensial dan pengobatan terapeutik untuk SARS-CoV-2 pada tahap awal infeksi,” kata Rosner dan tim seperti dilansir News Medical seperti dikutip NasionalGeographic.grid.id.
Bukan cuma antivirus, CBD tanaman ganja juga disebutkan dapat memberikan kekebalan tubuh pada orang yang telah terinveksi.
“Jadi, CBD memiliki potensi tidak hanya untuk bertindak sebagai agen antivirus pada tahap awal infeksi tetapi juga untuk melindungi host dari sistem kekebalan yang terlalu aktif pada tahap selanjutnya,” kata Rosner dan tim.
Kata Rosner, hanya senyawa Cannabinoid dari tanaman ganjalah yang dapat menghambat infeksi SARS-CoV-2. Adapun senyawa kanabinoid lain, ternyata hanya memiliki efek antivirus yang sangat terbatas, bahkan tidak memiliki efek antivirus.
Apa Itu 7-OH-CBD?
7-OH-CBD merupakan satu dari 113 Cannabinoid yan ada pada tanaman ganja.
Dilansir dari Wikipedia, 7-OH-CBD ditemukan pada tahun 1940.
Di Amerika Serikat, obat berasal dari senyawa Cannabidiol tanaman ganja dinamakan Epidiolex.
Obat tersebut telah disetujui oleh Food and Drug Administration pada tahun 2018 untuk pengobatan dua gangguan epilepsi.
Food and Administration adalah otoritas yang bertanggung jawab pada penggunaan obat dan makanan di Amerika Serikat.
Namun demikian otoritas Amerika Serikat masih mengontrol penggunaan obat Epidiolex.