Peringati Milad IMM ke-57, Ini Harapan DPD Sulawesi Tenggara
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar resepsi memperingati Milad IMM ke-57 pada Minggu (14/3/2021).
Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Fadli Aksar
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar resepsi memperingati Milad IMM ke-57 pada Minggu (14/3/2021).
Resepsi milad dilaksanakan di Masjid Al Alam Kendari di Jl Masjid Al Alam, Lalolara, Kota Kendari, Sultra.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Sultra Marsono berharap di momentum milad ini kader IMM mampu mengembangkan kemampuan intelektualitas dalam bentuk narasi dan literasi.
"Dengan tema membumikan gagasan membangun peradaban ini, menjadi spirit bagi kader IMM, dengan membunyikan gagasan dalam bentuk tulisan maupun narasi," kata Marsono melalui telepon, Senin (15/3/2021).
Baca juga: Gelar Evaluasi Pengawasan Pemilu, Komisioner Bawaslu Sulawesi Tenggara Harap Ada Terobosan Baru
Baca juga: Bulan Depan SIM Online Diluncurkan di Kendari, Perpanjangan SIM dan Ujian Tak Perlu ke Kantor Polisi
Baca juga: Daftar UTBK-SBMPTN 2021, Berikut Rincian Materi Ujian Saintek, Soshum, dan Campuran
Dia berharap besar di usia ke-57 tahun IMM juga mampu berinteraksi, berdinamika dengan dewasa, dan mampu memberikan kontribusi.
Tapi dia mengingatkan tidak boleh puas terhadap kontribusi yang diberikan terhadap negara ini.
"Kami masih harus memacu diri agar lebih berkembang lagi," tuturnya.
Ia juga menyampaikan alasan memilih masjid terapung Al Alam Kota Kendari yang sangat menarik perhatian pengunjung di Sultra ini.
Baca juga: Anda Kesulitan Tidur Malam ? Lakukan 7 Tips Ini Agar Terhindar dari Insomnia
Baca juga: Tanggapan Fadjroel Rachman soal Isu Masa Jabatan Presiden Jadi Tiga Periode
Baca juga: Dialog Publik Bertema Pelecehan Seksual, Polwan Ini Sebut Mahasiswa Jangan Salah Bergaul
Selain itu, dalam rangka pengkaderan anggota IMM ia juga berharap organisasi ini memiliki ciri khas dan keunikan.
Sehingga mahasiswa tertarik untuk bergabung dengan mempertahankan nilai religius dan intelektual bahkan nilai humanitas.
"Kami harus terbuka terhadap manusia lain dalam hal meberikan pemikiran dan pemahaman, memiliki kepekaan sosial, harus saling menolong, tidak boleh ego untuk menjadi penghuni surga sendiri," katanya.(*)
(Laporan wartawan TribunnesSultra.com, Amelda Devi Indriyani)