Tanggapan Fadjroel Rachman soal Isu Masa Jabatan Presiden Jadi Tiga Periode

Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman memberikan tanggapannya terkait isu yang menyebut adanya upaya untuk mengganti aturan masa jabatan presiden.

Editor: Sugi Hartono
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Juru Bicara Kepresidenan - Fadjroel Rachman 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman memberikan tanggapannya terkait isu yang menyebut adanya upaya untuk mengganti aturan masa jabatan presiden.

Dikatakan Fadjroel, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memegang teguh ideologi Pancasila dan Konstitusi UUD 1945.

"Presiden Jokowi setia dan memegang teguh ideologi Pancasila dan Konstitusi UUD 1945 dan berjuang untuk melaksanakan sepenuhnya di masa jabatan beliau sejak 2014 hingga 2024 nanti," kata Fadjroel kepada Tribunnews, Senin, (15/3/2021).

Baca juga: Pernyataan Presiden Jokowi soal Isu Jabatan Tiga Periode: Saya Tidak Berminat

Termasuk, kata Fadjroel, mengenai aturan konstitusi pasal 7 UUD 1945 yang merupakan masterpiece gerakan reformasi 1998 mengenai periodesasi jabatan presiden dan wakil presiden

Untuk diketahui, pasal tersebut berbunyi "Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama 5 tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan."

Selain setia pada konstitusi, Fadjroel mengatakan Jokowi juga patuh pada sumpah jabatannya.

"Dengan demikian sangat tegas, bahwa Presiden Jokowi tegak lurus ideologi Pancasila dan Konstitusi UUD 1945, khususnya masa jabatan Presiden 2 periode," pungkasnya.

Baca juga: Hoaks Wacana Presiden Tiga Periode Istana  Sebut Amien Rais Mengomel dan Merajuk

Foto kolase Amien Rais dan Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Foto kolase Amien Rais dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Handover)

Sebelumnya, Mantan Ketua MPR RI Amien Rais mengungkapkan kecurigaannya terkait adanya usaha dari pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menguasai semua lembaga tinggi negara.

Hal itu disampaikannya melalui akun YouTube Amien Rais Official, seperti dikutip Minggu (14/3/2021).

"Tentu ini sangat berbahaya. Jadi sekarang sudah ada semacam publik opini yang mula-mula samar-samar sekarang semakin jelas ke arah mana rezim Jokowi ini untuk melihat masa depannya," ujar Amien.

Pendiri Partai Ummat itu curiga, rezim Presiden Jokowi akan mendorong adanya sidang MPR untuk melakukan perubahan terhadap dua pasal.

Baca juga: Innailaihi Amien Rais ke Jokowi: Skenario Presiden Tiga Periode, Ini Jawaban Istana

Satu di antara dua pasal itu, Amien mengatakan akan memberikan hak bagi presiden bisa dipilih tiga kali.

Namun begitu dia menegaskan bahwa semua hal itu masih menjadi dugaannya.

"Jadi mereka akan mengambil langkah pertama meminta sidang istimewa MPR ya mungkin satu dua pasal yang katanya perlu diperbaiki. Yang mana saya juga tidak tahu. Tapi kemudian nanti akan ditawarkan pasal baru yang kemudian memberikan hak bahwa presiden itu bisa dipilih tiga kali," ucap Amien.

Lebih lanjut, Amien mengingatkan jika hal itu benar-benar terjadi maka bisa berbahaya.

Amien meminta agar lembaga tinggi negara tidak membiarkan ini terjadi.

"Saya meminta saudara-saudara sekalian para anggota DPR, MPR, DPD, lembaga tinggi yang lain akankah kita biarkan ploting rezim sekarang ini akan memaksa masuknya pasal supaya bisa dipilih ketiga kalinya itu?," katanya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jubir Presiden: Jokowi Tegak Lurus Pada Konstitusi dan Patuh Pada Sumpah Jabatan,

(Tribunnews.com/Taufik Ismail)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved