Breaking News:

Nilai Ekspor Sulawesi Tenggara Diklaim Meningkat di 2020, Nilainya Mencapai Rp31 Triliun

Aktivitas ekspor Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) diklaim mengalami peningkatan.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Fadli Aksar
(Muh Ridwan Kadir/TribunnewsSultra.com)
Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Aktivitas ekspor Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) diklaim mengalami peningkatan.

Meskipun di tengah wabah Covid-19 yang melanda dunia, tak terkecuali Sultra.

Kepala Seksi Fasilitasi Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) provinsi, M Yasser Tuwu, mengatakan, nilai ekspor Sultra mengalami peningkatan sebesar 41,18 persen.

Pada 2020 ini, nilai ekspor Sultra sebesar 2,22 miliar dolar AS atau sebesar Rp31,18 triliun.

Baca juga: Anggaran Seleksi Paskibraka Minim, Diskepora Sultra Akan Ajukan Penambahan

Baca juga: MUI Sultra Ingatkan Isra Miraj Jadi Momen Evaluasi Diri, Perbaiki Hubungan dengan Tuhan dan Manusia

Baca juga: Janji Gubernur Sulawesi Tenggara ke Ratusan Honorer K2, Naikkan Gaji hingga Angkat Jadi ASN

"Padahal Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI memberi target ke Disperindag Sultra hanya 31 persen pada 2020," M Yasser, di Kendari, Jumat (12/3/2021).

Komoditi ekspor pada 2020 terbanyak yakni ferro nickel, stainless steel, natural bitumen, gurita beku.

Kemudian udang vennamei, cocoa butter, ikan cakalang, kacang mete, kerang dara, cumi-cumi, lada putih dan serabut kelapa.

Baca juga: Penjualan Meningkat, Kalla Toyota Bakal Buka 3 Outlet di Kendari Sulawesi Tenggara

Baca juga: Profil Ali Mazi Gubernur Sulawesi Tenggara 2018-2023, Lika-liku Pengacara hingga 10 Tahun Penantian

Baca juga: Pengamat Politik Sultra Prediksi Demokrat Daerah ke Moeldoko, Termasuk Sulawesi Tenggara

Negara tujuan ekspor tahun 2020 sebanyak 10 Negara, yakni China, Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, India, Jerman, Taiwan, Thailand, Vietnam dan Italy.

M Yasser mengatakan peningkatan kinerja ekspor tersebut tidak terlepas dari kerja sinergitas antar instansi yang tergabung dalam tim klinik ekspor Sultra.

Sinergitas tersebut yakni Pemerintah daerah (Pemda) Sultra melalui Disperindag Sultra, Bea Cukai, Karantina Pertanian, Karantina Perikanan.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved