Perpeloncoan Mahasiswa UHO
Aksi Perpeloncoan Puluhan Mahasiswa UHO Kendari Viral, Begini Respon Rektorat
Dalam video berdurasi 1 menit 48 detik yang beredar, tampak sejumlah mahasiswa berbaring di atas pasir di bawah terik matahari sambil dipukul.
Penulis: Fadli Aksar | Editor: Fadli Aksar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/perpeloncoan.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Aksi perpeloncoan dilakukan puluhan mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) viral di media sosial.
Aksi dugaan kekerasan terhadap mahasiswa angkatan 2020, Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UHO dilakukan di Pantai Nambo, Kota Kendari, Minggu (28/2/2021).
Dalam video berdurasi 1 menit 48 detik yang beredar, tampak sejumlah mahasiswa berbaring di atas pasir di bawah terik matahari sambil dipukul.
Sejumlah mahasiswa laki-laki setengah busana, dari rekaman video terdengar rintihan kesakitan diiringi pukulan benda dari sejumlah orang.
Baca juga: DPRD Kendari Soroti Parkir Liar di Kawasan Tugu Religi Sultra, Rajab Jinik: Merusak Wajah Kota
Baca juga: Wanita di Kolaka Utara Ini Akhiri Hidupnya dengan Cara Melukai Leher, Pemicunya Bikin Sedih
Baca juga: Pemuda 24 Tahun Tewas Dihantam Truk 18 Roda di Areal Industri Smelter PT OSS Sulawesi Tenggara
Bahkan, warga yang diperkirakan orangtua dari mahasiswa, pun terdengar memprotes aksi dugaan penyiksaan tersebut.
"Kalau dia pingsan anakku saya bunuh kalian," katanya.
Sejumlah pengunjung pantai kesal dengan peristiwa itu.
Respon Rektorat
Wakil Rektor (Warek) III UHO Nur Arafah membenarkan peristiwa itu.
Nur Arafah mengatakan, kegiatan merupakan agenda mahasiswa Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Ekonomi.
Namun, pihak universitas tidak pernah mengeluarkan izin tertulis terhadap kegiatan seperti itu.
"Itu inisiatif mahasiswa sendiri, kami tidak membernarkan kegiatan perpeloncoan," kata Warek IIi di gedung Rektorat UHO, Selasa (2/3/2021).
Baca juga: Jokowi Cabut Perpres Miras Usai Bertemu Ulama; Sempat Dikritik, Bahkan Kata Mabuk Treding di Twiter
Baca juga: Satu Kapal Perang TNI AL Diberi Nama KRI Teluk Kendari 518, Ini Spesifikasinya
Baca juga: Dengar Ada Wanita Mandi di WC Umum, Pria Ini Masuk Cabuli Korban: Alasan Pinjam Sikat Cuci
Nur Arafah menegaskan, kegiatan perpeloncoan itu bukan bagian dari aktivitas akademik.
Mereka pun mengklaim acap kali melarang kegiatan kekerasan seperti itu, apalagi mengumpulkan mahasiswa dalam jumlah banyak di masa pandemi Covid-19 ini.
Dia berencana melakukan klarifikasi hingga memberikan sanksi kepada mahasiswa pembuat kegiatan.
"Tapi, kami menyerahkan terlebih dahulu kepada jurusan untuk melakukan klarifikasi kepada panitia kegiatan," jelasnya.(*)