Breaking News:

Public Services

Akui Keluhan Pemasangan Indihome, Bos Telkom Sultra Minta Calon Konsumen Bersabar, Ini Penyebabnya

Dia meminta calon pelanggan bersabar jika ingin memasang jaringan Indihome.

Penulis: Risno Mawandili | Editor: Aqsa
Risno Mawandili/ TribunnewsSultra.com
General Manager PT Telkom Witel Sultra Feronika Sampe 

Lima bulan sudah berlalu, sejak pihak Telkom memintanya bersabar menunggu giliran pemasangan jaringan Indihome.

Pemasangan jaringan Indihome ini dilakukan di rumah ibunya, di bilangan Jalan Ilmiah, Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari, Sultra.

Rasa jenuhnya berubah menjadi kekesalan ketika mengetahui pihak Telkom malah lebih duluan memasang jaringan Indihome di rumah tetangganya.

Padahal, ia yang mendaftarkan tetangganya tersebut untuk pemasangan jaringan Indihome.

Pengalaman yang dialami salah satu karyawan bank swasta di Kendari tersebut terjadi pada 2020 silam.

“Saya lebih dulu mendaftar untuk pemasangan Indihome. Bahkan saya yang pergi mendaftar di Kantor Telkom Kendari,” kata Eki kembali menceritakan pengalamannya saat masuk daftar tunggu pemasangan jaringan Indihome, Minggu (7/2/2020).

Setelah menunggu sekira enam bulan lamanya untuk pemasangan jaringan internet Indihome, pada Oktober 2020 dia akhirnya diregistrasi menjadi pelanggan baru Indihome.

Eki menambahkan, pemasangan dilakukan pihak Telkom Kendari karena salah satu pelanggan disekitar rumahnya telah memutuskan berhenti berlangganan Indihome.

“Setelah seorang pelanggan berhenti berlangganan di sekitar rumah, saya kembali ditanya pihak Telkom. Saat itu lalu dipasang,” jelas Erik.

Alasan Kabel dan Tiang

Tak ada tiang penyangga, kabel internet tak mencapai lokasi alias pendek, dan kuota penuh disekitar rumah calon pelanggan, menjadi alasan penundaan pemasangan jaringan Indihome.

Hal ini pernah dialami, Musri (48), warga Kelurahan Lapulu, Kecamatan Abeli, Kota Kendari.

Ia harus menunggu hingga tujuh bulan untuk merasakan layanan internet berbasis rumah tersebut.

Dia mengajukan permintaan berlangganan sejak April 2020 dan baru terpasang pada Oktober 2020.

“Waktu mau dipasang tidak ada tiang untuk pemasangan kabel internet. Jadi disuruh bersabar dulu," kata Musri, Minggu.

Kendala lain yang juga dirasakan Musri, Indehome yang telah terpasang belum dapat dinikmati lantaran jaringan belum diaktifkan.

Musri baru bisa menikmati jaringan internet dengan kecepatan 10 mbps setelah teknisi datang ke rumahnya, beberapa bulan setelah pemasangan.

Pengalaman serupa juga pernah dialami oleh Eki, Dewi, dan Astri.

Mereka mengaku terlebih dahulu diminta membuat grup berjumlah 10 orang, sebagai syarat pembangunan tiang penyangga kabel internet baru untuk pemasangan jaringan Indihome.

Kesulitan lain dirasakan Fadli Aksar (26), pekerja swasta yang bermukim di Kelurahan Alolama, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari.

Calon pelanggan internet berbayar ini mengatakan telah menyanggupi syarat pemasangan jaringan Indihome yakni minimal delapan orang untuk pendirian tiang penyangga kabel internet baru.

Namun, ada saja alasan dari pihak Telkom Kendari.

“Setelah kita menyanggupi syaratnya minimal delapan orang waktu itu. Tidak lama, dia telepon lagi, bilang sudah full, tidak ada titik untuk lokasi pemasangan jaringan Indihome,” ujar Fadly dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp Massenger.

Fadly kemudian ditawari pihak Telkom Kendari untuk memasang jaringan Indihome lewat sambungan parabola.

Namun Fadly tak berkenan karena biayanya lebih mahal dibanding pemasangan via jaringan kabel internet biasa.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved