Kamis, 7 Mei 2026

Rencana Menteri Keuangan Potong Anggaran MBG Tergantung Penyerapan, Keputusannya Oktober 2025

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana akan memangkas anggaran MBG tergantung penyerapannya. 

Tayang:
zoom-inlihat foto Rencana Menteri Keuangan Potong Anggaran MBG Tergantung Penyerapan, Keputusannya Oktober 2025
KOMPAS.COM/BAYUAPRILIANO
KERACUNAN MBG - Ilustrasi MBG. JPPI menyatakan bahwa angka keracunan di Jawa Barat sudah lebih dari 2.000 dan kasus keracunan MBG di Jawa Barat sudah terjadi berkali-kali.    

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana akan memangkas anggaran MBG tergantung penyerapannya. 

Jika penyerapan anggaran berjalan dengan baik maka hal tersebut tidak akan dilakukannya. 

Hal ini merupakan upaya mengevaluasi program unggulan dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka. 

Seperti diketahui, Purbaya memang tengah melakukan evaluasi terhadap serapan anggaran Makan Bergizi Gratis atau MBG ini. 

Pada Oktobe 2025, dirinya akan mengambil keputusan terkait dipangkas atau tidaknya anggaran MBG di Badan Gizi Nasional (BGN). 

Dikutip dari Tribunnews.com, Purbaya menemui Kepala BGN Dadan Hindayana di Kantor BGN, Jakarta, Jumat (26/9/2025).

Pertemuan tersebut sebagai upaya evaluasi yang dilakukannya. 

Dadan mengungkapkan terkait penyerapan anggaran yang menurutnya lebih baik saat ini. 

Purbaya pun menyambut baik hal tersebut. 

Baca juga: UMKM di Baubau Sulawesi Tenggara Minta Dilibatkan Pengadaan MBG, Respons Sekretaris Kementerian UMKM

Ia menganggap MBG mampu memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian. 

“Tadi saya pikir penyerapannya rendah, tapi ternyata lebih bagus dari yang saya perkirakan. Dan programnya, multiplier effect-nya ke perekonomian memang cukup signifikan,” ujar Purbaya.

Menurut penjelasan Kepala BGN, kebutuhan tambahan anggaran bisa mencapai Rp 28 triliun.

Namun, Purbaya menilai tak ada kendala dalam pengalihan dana untuk program MBG nantinya.

Ia memastikan dirinya akan terus memantau kondisi langsung di lapangan untuk membuat keputusan. 

“Ya, saya akan berpikir dana seperti apa, tapi sudah ada. Jadi tinggal shift saja, tidak ada masalah. Tapi tetap saya akan monitor di lapangan seperti apa,” katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved