Berita Konawe Selatan
Puluhan Rumah Tani Terbakar di Angata Konawe Selatan, Kini Dijaga Ketat Polisi
Situasi di dua desa yang ada di Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara mulai kondusif pada Sabtu (31/1/2026).
Penulis: Sugi Hartono | Editor: Desi Triana Aswan
TRIBUNNEWSSULTRA,KENDARI- Situasi di dua desa yang ada di Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai kondusif pada Sabtu (31/1/2026) pascainsiden pembakaran puluhan rumah tani milik warga.
Meski demikian, personel gabungan dari Polres Konawe Selatan dan Polda Sultra tetap disiagakan di lokasi kejadian yakni di Desa Puao dan Desa Sanggula.
Jarak antara desa ini kurang lebih sekitar 54 menit dilalui dengan kendaraan atau sejauh 35 kilometer.
Pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi potensi bentrok susulan melalui patroli rutin dan pendekatan persuasif dari wilayah tersebut.
Insiden ini dipicu diduga gegara konflik lahan yang melibatkan warga setempat dengan perusahaan perkebunan sawit.
Akibat peristiwa tersebut, puluhan bangunan milik warga hangus terbakar dan seorang karyawan perusahaan dilaporkan mengalami luka-luka.
Saat ini, kedua belah pihak telah resmi melaporkan kejadian tersebut ke Polda Sultra untuk diproses lebih lanjut.
Baca juga: Usut Kasus Korupsi Lahan Tambang di Konawe Utara Sulawesi Tenggara, Alasan Kejagung Datangi Kemenhut
Kasat Reskrim Polres Konawe Selatan, AKP Laode Muhammad Jefri Hamzah, mengonfirmasi bahwa tim identifikasi telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama tim dari Polda Sultra.
Ia memastikan bahwa kepolisian berkomitmen menangani konflik ini secara profesional, objektif, dan serius guna mencegah dampak yang lebih luas terhadap masyarakat.
"Kemarin sore kita sudah lakukan olah TKP bersama dengan teman-teman dari Polda Sultra. Dan saat ini kami masih melakukan penyelidikan,” ujar Jefri saat dikonfirmasi
Terkait keberadaan personel polisi yang terekam dalam foto sebelum pembakaran terjadi, Jefri menjelaskan bahwa saat itu anggota sedang mengamankan olah TKP kasus pembakaran motor karyawan sekitar pukul 13.00 WITA.
Seluruh personel telah kembali ke Polsek Angata setelah tugas tersebut selesai, sementara aksi pengrusakan rumah tani baru terjadi beberapa jam kemudian, yakni sekitar pukul 16.00 WITA.
Pihak kepolisian mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Warga diminta untuk tetap menjaga ketertiban umum dan mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada aparat penegak hukum agar stabilitas keamanan di wilayah Angata tetap terjaga (*)
(TribunnewsSultra/Sugi Hartono)